Cegah meluasnya COVID-19, keluar masuk Pamekasan wajib punya SIKM

Cegah meluasnya COVID-19, keluar masuk Pamekasan wajib punya SIKM

Sekda Pamekasan Totok Hartono (tengah) saat meluncurkan pemberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga yang hendak keluar masuk Kabupaten Pamekasan. ANTARA/Abd Aziz

Pamekasan (ANTARA) - Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus COVID-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mulai menerapkan pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga yang hendak masuk dan keluar wilayah Kabupaten Pamekasan.

"Per hari ini, semua warga yang hendak keluar atau masuk wilayah Kabupaten Pamekasan harus mengantongi SIKM," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Totok Hartono di Pamekasan, Jumat.

Ia menjelaskan, kebijakan memberlakukan SIKM itu berdasarkan hasil koordinasi antara pemkab empat kabupaten di Pulau Madura dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terkait pencegahan penularan COVID-19 pasca terjadi lonjakan kasus baru COVID-19 di Kabupaten Bangkalan.

SIKM ini, sambung dia, dalam rangka membantu mengurangi penumpukan warga di satu titik tertentu di area penyekatan kendaraan bermotor.

Baca juga: Warga Madura tak perlu tes COVID-19 masuk Surabaya asal bawa SIKM
Baca juga: Warga Bangkalan yang hendak melintasi Suramadu harus mengantongi SIKM


Totok menjelaskan, SIKM diterbitkan oleh kantor kecamatan berdasarkan hasil tes cepat antigen di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Apabila hasil tes cepat antigen dinyatakan negatif, maka SIKM akan diberikan kepada yang bersangkutan dan bisa melaksanakan perjalanan. Namun sebaliknya, jika hasil tes dinyatakan negatif, maka SIKM tidak akan diterbitkan.

"Jadi, prosedurnya melakukan tes cepat antigen dulu ke puskesmas, dan hasil tes itu yang nantinya akan menjadi rujukan bagi pihak kecamatan untuk mengeluarkan SIKM," katanya, menjelaskan.

Bagi warga yang tidak membawa SIKM ketika melakukan perjalanan harus mengikuti prosedur pemeriksaan di masing-masing lokasi penyekatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh dan tes antigen.

"Jadi kalau orang yang bepergian mengantongi SIKM, maka tidak akan dilakukan tes cepat lagi saat berada di lokasi penyekatan kendaraan," katanya.

Pemberlakuan SIKM bagi warga yang hendak masuk dan keluar Pamekasan ini bersamaan dengan program layanan vaksinasi tanpa turun yang diluncurkan Polres Pamekasan pada pengemudi kendaraan bermotor yang melintas di lokasi penyekatan.

Selain di Pamekasan, kabupaten lain yang juga meluncurkan pemberlakukan SIKM Sumenep dan Kabupaten Sampang.

Baca juga: Ombudsman minta Pemprov DKI berlakukan SIKM bagi sektor non esensial
Baca juga: Jumlah pemohon SIKM di Jakarta capai 6.055 orang
Pewarta : Abd Aziz
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021