Israel akan musnahkan 800.000 dosis vaksin COVID-19

Israel akan musnahkan 800.000 dosis vaksin COVID-19

Seorang pria Palestina menerima vaksin AstraZeneca untuk melawan COVID-19 selama kampanye vaksinasi di Tubas, di Tepi Barat yang diduduki Israel, (25/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS / Raneen Sawafta/aww.

Yerusalem (ANTARA) - Israel akan memusnahkan sebanyak 800.000 dosis vaksin COVID-19 yang hampir kedaluwarsa jika tidak ada negara yang mau membelinya, demikian laporan Perusahaan Penyiar Publik Israel (KAN), Senin (28/6).

Meski KAN tidak menyebutkan perusahaan mana yang memproduksi vaksin tersebut, namun Tel Aviv sebelumnya telah membeli vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech.

Pada 18 Juni Israel bersedia untuk mengirim sedikitnya 1 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech kepada Otoritas Palestina berdasarkan kesepakatan, di mana otoritas akan memberikan jumlah dosis yang setara kepada Israel dari pembelian vaksin Pfizer. Rencananya vaksin tersebut akan diterima pada September atau Oktober.

Namun, Otoritas Palestina membatalkan kesepakatan itu karena dosis vaksin dari Israel tampaknya sudah kedaluwarsa dan juga tidak memenuhi kriteria teknis Kementerian Kesehatan.

Sejak Desember 2019 pandemi virus corona telah menelan lebih dari 3,92 juta jiwa di 192 negara dan kawasan, dengan 181,3 juta lebih kasus dilaporkan di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

Sumber: Anadolu
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021