Tiga hal penting untuk membangun pariwisata terintegrasi transportasi

Tiga hal penting untuk membangun pariwisata terintegrasi transportasi

Wisatawan menumpang kendaraan listrik ramah lingkungan di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan setidaknya ada tiga hal penting dalam membangun industri pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan sistem transportasi.

“Pertama unstopable trend that relate to green economy. Jadi transportasi dan wisata ini harus terkoneksi dengan green economy (ekonomi yang ramah lingkungan),” kata Sandi dalam sebuah webinar, Rabu.

Ia mencontohkan, di Bali beberapa penyedia layanan kendaraan sudah menyediakan fitur pengantaran makanan dan transportasi yang ramah lingkungan dengan kendaraan listrik.

Baca juga: Menparekraf dorong sistem transportasi terintegrasi pariwisata

Baca juga: Pengamat: Perkuat akses transportasi umum ke lokasi pariwisata


Dengan menghadirkan ekonomi yang ramah lingkungan lewat layanan transportasi yang berkelanjutan juga dapat mendukung tidak hanya dari sisi bisnis tapi juga mendukung kelestarian lingkungan dari emisi gas karbon.

Hal penting kedua adalah transportasi dan pariwisata harus di digitalisasi. Artinya seluruh layanan hingga jasa harus berada dalam genggaman pengguna lewat perangkat elektronik mereka sehingga memudahkan proses mobilisasi yang pintar, mulai dari pemesanan layanan hingga pembayaran tanpa harus melakukan fisik karena semua dilakukan lewat gawai.

Dengan mengedepankan digitalisasi, tentu kenyamanan bertransaksi untuk menggunakan layanan baik dari segi transportasi dan wisata bisa lebih nyaman bagi masyarakat yang sudah teredukasi secara digital.

Terakhir, hal yang harus diperhatikan adalah berumur panjang longevity. Hal terakhir ini adalah memastikan infrastrukur fisik hingga layanan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Layanan yang diberikan pun harus mendukung faktor keamanan dan kebersihan sehingga masyarakat pun bisa menjaga pola hidup yang sehat.

“Artinya layanan itu harus bisa mempromosikan pola hidup yang sehat, memberikan langkah preventif menghindari penyakit, dan tren terkait isu kesehatan ini tidak akan berakhir,”katanya.

Dengan ketiga hal itu dicukupi, Sandi menyakini transportasi dan wisata bisa terpenuhi untuk menghadirkan layanan yang berkelanjutan. Tiga hal itu dinilai membuat sektor pariwisata menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan dan belum pernah ada sebelumnya.

Nilai Berkelanjutan atau sustainability merupakan salah satu nilai yang ditanamkan dalam standar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Enviromental Sustainabilty) untuk menjadi patokan layanan yang baik dan dapat memberikan pengalaman yang nyaman bagi wisatawan.

Baca juga: Kementerian PUPR kembangkan toilet wisata ramah lingkungan

Baca juga: Pemerintah gandeng agen wisata sosialisasikan kantong ramah lingkungan

Baca juga: Geliat penyedia transportasi kawasan wisata Kudus di tengah pandemi
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021