AJI Indonesia mulai berlakukan UKJ berbasis digital

AJI Indonesia mulai berlakukan UKJ berbasis digital

Dokumen - Koordinator Bidang Riset Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Andi Andrianto saat menjadi pembicara dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan Angkatan VI Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA di Galeri Foto Jurnalistik Antara, di Jakarta, Kamis (20/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman/aa.

Jakarta (ANTARA) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mulai memberlakukan uji kompetensi jurnalis (UKJ) berbasis digital di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, Ketua Umum AJI Indonesia Sasmito Madrim mengatakan persiapan itu dimulai dari orientasi UKJ diikuti oleh 20 orang penguji UKJ secara daring mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2021.

"Kegiatan ini digelar secara daring dan diikuti oleh 20 orang penguji UKJ yang merupakan jurnalis senior dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Sasmito.

Baca juga: Uji kompetensi wartawan untuk cetak SDM unggul

Menurut Sasmito, orientasi ini sebagai langkah awal AJI Indonesia untuk menggelar UKJ di tengah wabah COVID-19 yang sedang mengganas.

Seperti dilansir oleh Kementerian Kesehatan, total kasus di Indonesia sudah melampaui 2 juta kasus dan pertambahannya mencapai lebih dari 20 ribu kasus per hari per Selasa (29/6).

“UKJ berbasis digital ini kami harapkan menjadi terobosan untuk meminimalisir risiko terpapar COVID-19 bagi para jurnalis. Karena kita tidak pernah tahu kapan pandemi akan berakhir dan kita berharap kondisi ini tidak terus terjadi,” kata Sasmito.

Baca juga: Dewan Pers siap laksanakan uji kompetensi 54 wartawan Kaltim

Sasmito menambahkan, UKJ dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas jurnalis saat ini agar bekerja secara profesional dan tidak ada lagi pelanggaran terhadap kode etik dan kode perilaku jurnalis.

Dia berharap kualitas pelaksanaan UKJ tidak menurun meski dilakukan secara daring.

AJI Indonesia telah mengadakan uji kompetensi sejak 2012. Uji kompetensi ini dilakukan secara tatap muka selama dua hari berturut-turut.

Namun, ketika pandemi COVID-19 datang sejak tahun lalu, AJI Indonesia memutuskan menghentikan pelaksanaan UKJ secara tatap muka untuk meminimalisir para jurnalis terpapar virus corona.

Baca juga: MPR harap jurnalis berikan optimisme masyarakat di tengah pandemi

Sementara itu, Konselor Media, Diplomasi Publik, Beasiswa dan Alumni Kedutaan Besar Australia Luke Brown meyakini platform Learning Management System (LMS) akan menjangkau dan memberi peluang yang lebih besar bagi lebih banyak jurnalis di seluruh Indonesia.

“Kami tidak sabar melihat AJI menerapkan sistem LMS khususnya untuk melaksanakan UKJ secara daring dan meningkatkan kapasitas jurnalis,” kata Luke.

Orientasi UKJ berbasis digital dilaksanakan untuk memberikan pengalaman bagi penguji dalam menggunakan LMS yang telah dikembangkan oleh AJI Indonesia.

LMS ini telah dipergunakan dalam berbagai pelatihan dan kursus yang dilakukan oleh AJI Indonesia. Dari orientasi ini diharapkan ada evaluasi dan masukan dari para peserta sebelum akhirnya UKJ berbasis digital bisa digelar.
Pewarta : Fauzi
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021