Isolasi mandiri, manfaatkan gawai dan aplikasi pantau kesehatan

Isolasi mandiri, manfaatkan gawai dan aplikasi pantau kesehatan

Seorang warga menunjukan aplikasi PeduliLindungi yang telah diinstal pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/1/2021). Aplikasi buatan Pemerintah Indonesia tersebut digunakan untuk melacak sebaran COVID-19 di Indonesia, juga mengecek dan melakukan registrasi ulang bagi calon penerima vaksin COVID-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Ketika terkena COVID-19 dengan gejala ringan, petugas kesehatan umumnya akan meminta pasien untuk isolasi mandiri.

Sambil menerapkan anjuran dari pakar kesehatan, gawai dan aplikasi juga bisa digunakan untuk memantau kesehatan selama isolasi mandiri.

1. Smartwatch

Jam tangan pintar alias smartwatch bisa diandalkan untuk membantu memantau kesehatan selama isolasi mandiri berkat berbagai fitur yang ditawarkan hanya dalam satu gawai.

Jam tangan ini bisa beroperasi setelah disambungkan dengan Bluetooth ke ponsel dan dilengkapi dengan berbagai fitur kesehatan dan kebugaran. Smartwatch keluaran terbaru umumnya sudah dilengkapi dengan pengukur saturasi oksigen dalam darah.

Keuntungan menggunakan smartwatch, gawai ini juga memiliki fitur pengukur detak jantung, penghitung langkah, pengingat untuk bergerak dan pemantau kebugaran saat berolahraga.

Untuk memiliki smartwatch, konsumen perlu merogoh kantong mulai dari Rp1 juta. Fitur-fitur kesehatan yang ada di smartwatch bukan alat kesehatan dan diagnosis, untuk mengetahui kondisi tubuh sesungguhnya, pengguna tetap harus berkonsultasi ke dokter.

Smartwatch yang memiliki fitur penghitung kadar oksigen dalam darah antara lain Xiaomi Mi Watch, realme Watch 2 Pro, Samsung Galaxy Watch3 dan Huawei Watch Fit.

Baca juga: Presiden : Pandemi akselerasi penggunaan teknologi edukasi

2. Aplikasi telemedisin

Layanan telemedisin semakin populer ketika pandemi melanda, dengan ruang gerak terbatas, pengguna bisa berkonsultasi dengan dokter tanpa perlu datang langsung ke klinik.

Telemedisin bisa menjadi alternatif untuk mengakses layanan kesehatan ketika gejala bertambah selama isolasi mandiri atau berkonsultasi jika ingin mengonsumsi suplemen.

Beberapa aplikasi telemedisin menyediakan informasi fasilitas kesehatan terdekat hingga membuat janji untuk bertemu dokter.

Tarif untuk layanan telemedisin berbeda antaraplikasi, pembayaran bisa dilakukan dengan transfer, kartu kredit maupun dompet digital.

Aplikasi telemedisin yang tersedia di Indonesia antara lain Halodoc, Alodokter, aido health, Good Doctor dan SehatQ.

3. Aplikasi PeduliLindungi

Pemerintah meluncurkan aplikasi PeduliLindugi tahun lalu, ketika pandemi baru melanda Indonesia, untuk penelusuran dan pelacakan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Aplikasi ini semakin berkembang, kini digunakan untuk pendaftaran vaksinasi dan sertifikat digital tanda sudah divaksin. PeduliLindungi saat ini juga terintegrasi dengan sejumlah layanan telemedisin.

4. Situs antihoaks

Selama pandemi, secara naluriah masyarakat mencari informasi bagaimana cara menjaga kesehatan. Sayangnya tidak semua informasi yang beredar di internet benar.

Selain dari koran maupun kantor media dalam jaringan (online), masyarakat bisa mengakses informasi yang valid tentang COVID-19 dari situs resmi pemerintahan dan situs antihoaks.

Situs relawan KawalCovid19 memiliki laman khusus untuk cek fakta informasi tentang COVID-19.

Baca juga: Menko Airlangga harap banyak ilmuwan muda Indonesia ciptakan terobosan

Baca juga: Reformasi birokrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi

Baca juga: Pandemi COVID-19 dorong guru maksimalkan teknologi
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021