YKAN sebut pelestarian mangrove perlu dimulai sejak dini dari keluarga

YKAN sebut pelestarian mangrove perlu dimulai sejak dini dari keluarga

Associate Director of Development Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Dino Prayoga berbicara dalam acara Mangrove Family Day, Jakarta, Kamis (01/07/2021)

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendorong pendidikan dan upaya pelestarian mangrove dilakukan sejak dini mulai dari keluarga untuk menciptakan anak-anak peduli dan cinta lingkungan.

"Pentingnya pendidikan kepada anak supaya membangun karakter dia yang bagus, terus dia juga bisa melihat isu apa sih yang relevan dengan mereka yang dekat dengan kehidupan mereka, lalu apa kiat-kiat mereka untuk bisa menjadi agen perubahan," kata Associate Director of Development YKAN Dino Prayoga dalam acara Mangrove Family Day di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Peneliti jelaskan dampak rusaknya mangrove untuk emisi karbon

Menurut Doni, pelibatan keluarga sangat penting dalam mendukung pelestarian mangrove di Tanah Air. Orang tua menjadi pelaku dan pendidik bagi anak-anak mereka untuk peduli dan merawat alam termasuk mangrove.

Orang tua memiliki peranan penting dalam menularkan nilai-nilai dan tingkah laku positif untuk diajarkan kepada dan diikuti oleh anak-anak mereka.

Baca juga: Peneliti: Mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim

Media pembelajaran yang paling mudah dipahami anak-anak adalah melalui kegiatan yang dilakukan orang tua seperti menanam pohon mangrove dan memilah dan mendaur ulang sampah.

"Dengan pelibatan keluarga artinya saya (orang tua) pun harus jadi pelaku di dalam keluarga, tidak bisa cuma kasih tahu bahwa ini penting saya harus bawa ke suatu tempat misalnya Suaka Margasatwa Muara Angke atau ke hutan supaya memastikan anak saya itu bisa melihat dengan mata kepala sendiri kenapa sih kita mesti penting menjaga hutan," ujar Doni.

Baca juga: YKAN dan BKSDA Jakarta kolaborasi rehabilitasi mangrove SM Muara Anke

Dia mengatakan keberadaan manusia dan makhluk hidup lainnya adalah suatu kesatuan dan memiliki keterikatan di alam semesta, sehingga tindakan sekecil apapun dapat berpengaruh baik pada pelestarian maupun perusakan lingkungan. Tentu yang diharapkan adalah tindakan-tindakan yang bertujuan untuk memelihara kelestarian dan konservasi lingkungan dan alam demi keberlanjutan hidup.

"Bagaimana kita bisa mendekatkan anak-anak kita kepada alam kembali, karena sekali lagi kita sebagai satu universe yang nggak bisa kita lepaskan," tuturnya.

Baca juga: KKP-YKAN jalin kerja sama dukung perikanan berkelanjutan

Oleh karena itu, keluarga berperan penting untuk menciptakan anak-anak dan anggota keluarga yang peduli terhadap lingkungan di mana bisa bergerak bersama untuk memastikan dunia baik saat ditempati generasi anak cucu di masa mendatang.

"Kita libatkan anak-anak kita supaya mereka bisa lihat orang tuanya sebagai pelaku, sebagai 'role model', saya bisa ikut seperti papa seperti mama saya," ujar Doni.

Dia mengatakan anak-anak juga bisa mendapatkan pendidikan untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap pelestarian lingkungan melalui peningkatan pemahaman di sekolah dan melaksanakan proyek sekolah dengan bekerja sama dalam tim untuk mengadakan kegiatan peduli lingkungan.

Melalui pendidikan di keluarga dan sekolah, anak-anak diharapkan akan memiliki kaca mata tajam terhadap isu-isu lingkungan.

Baca juga: Triputra Agro Persada-YKAN sinergi cegah kebakaran hutan dan lahan

Baca juga: Yayasan konservasi temukan sampah kiriman negara tetangga di Wakatobi
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021