Komisi I DPR mengeksplorasi empat hal uji kelayakan 33 calon dubes

Komisi I DPR mengeksplorasi empat hal uji kelayakan 33 calon dubes

Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi (kiri). ANTARA/Riza Harahap.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan ada empat hal yang dieksplorasi Komisi I DPR dalam uji kelayakan dan kepatutan 33 calon duta besar (dubes) Indonesia yang dilaksanakan pada Senin-Rabu (12-14 Juli).

"Ini adalah uji kelayakan bukan seperti 'assessment test' level manajerial, jadi ada 4 hal yang dieksplorasi oleh Komisi I DPR," kata Bobby, di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan keempat hal tersebut, yaitu kedalaman wawasan mengenai negara penugasan, keterampilan komunikasi, memiliki loyalitas terhadap bangsa, dan memiliki pendidikan minimal sarjana atau S-1.

Sebelumnya, Komisi I DPR RI mulai melakukan uji kepatutan dan kelayakan atau "fit and proper test" terhadap 33 calon dubes pada Senin sampai Rabu (12-14 Juli), dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Uji kelayakan tersebut terdiri dari 6 sesi selama 3 hari, bersifat tertutup dengan durasi per sesi maksimal 2 jam 15 menit.

Berikut ini daftar nama calon dubes RI yang akan menjalani uji kelayakan di Komisi I DPR RI:

1. Ade Padmo Sarwono untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina.
2. Bebeb AK Djundjunan untuk Republik Yunani.
3. Tatang BU Razak untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis.
4. Pribadi Sutiono untuk Republik Slowakia.
5. Siswo Pramono untuk Australia merangkap Republik Vanuatu.
6. Triyogo Jatmiko untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda.
7. Heru Subolo untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal.
8. Okto Dorinus Manik untuk Republik Demokratik Timor Leste.
9. Mayjen TNI Gina Yoginda untuk Republik Islam Afghanistan.
10. Sunarko untuk Republik Sudan.
11. Dewi Tobing untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa.
12. Lena Maryana Mukti untuk Kuwait.
13. Ghafur Akbar Dharmaputra untuk Ukraina merangkap Republik Armenia dan Georgia.
14. Rudy Alfonso untuk Republik Portugal.
15. Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO).
16. Ardi Hermawan untuk Kerajaan Bahrain.
17. Agus Widjojo untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau.
18. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan.
19. Fadjroel Rachman untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.
20. Daniel TS Simanjuntak untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO).
21. Mohamad Oemar untuk Prancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
22. Abdul Aziz untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC).
23. Muhammad Prakosa untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agricultural Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT).
24. Gandi Sulistiyanto Soeherman untuk Republik Korea.
25. Zuhairi Misrawi untuk Republik Tunisia.
26. Anita Lidya Luhulima untuk Republik Polandia.
27. Rosan Perkasa Roeslani untuk Amerika Serikat.
28. Fientje Suebu untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, dan Kepulauan Cook dan Niue.
29. Damos Dumoli Agusman untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia, United Nations Office at Vienna (UNOV) yang terdiri dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-TestBan Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID) dan International Anti-Corruption Academy (IACA).
30. Suwartini Wirta untuk Republik Kroasia.
31. Derry MI Amman untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Association of South East Asia Nation (ASEAN).
32. Arrmanatha Nasir untuk Perserikatan Bangsa Bangsa dan organisasi-organisasi internasional lainnya.
33. Febrian A Ruddyard Untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, World Trade Organization (WTO), dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa.
Baca juga: Komisi I mulai gelar uji kelayakan calon dubes
Baca juga: Meutya Hafid: Uji kepatutan calon dubes RI sesuai jadwal

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021