Dinas Kesehatan catat 90 nakes di Sikka terpapar COVID-19

Dinas Kesehatan catat 90 nakes di Sikka terpapar COVID-19

Ilustrasi - Seorang tenaga kesehatan saat berada di ruangan perawatan pasien RSUD T.C Hillers Maumere, Kabupaten Sikka. (Istimewa)

Kupang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mencatat jumlah tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten itu yang terpapar penyakit COVID-19 mencapai hingga 90 orang.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus dalam keterangan yang diterima, Kamis, terkait penularan COVID-19 terhadap tenaga kesehatan di Sikka.

"Puluhan nakes kita yang terkonfirmasi positif COVID-19 ini ada yang kondisinya sudah mulai membaik, dan ada juga yang masih isolasi mandiri di rumah," katanya.

Baca juga: Enam dokter di RSUD Kepulauan Aru terinfeksi COVID-19

Petrus Herlemus mengatakan para nakes memang dihadapkan pada resiko penularan COVID-19 yang tinggi karena setiap hari harus berinteraksi banyak pasien.

Di sisi lain, kata dia, kondisi ini juga membuktikan bahwa para nakes sangat berjibaku melindungi masyarakat tanpa menghitung resiko diri mereka.

Lebih lanjut ia mengatakan meskipun banyak nakes yang terpapar COVID-19 namun pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Sikka tetap berjalan lancar.

"Semua nakes bekerja di setiap lini mereka, koordinasi dan motivasi juga tetap jalan supaya mereka juga tetap semangat," katanya.

Baca juga: Menkes sebut rumah sakit butuh tambahan 20 ribu nakes

Petrus Herlemus mengakui bahwa dengan kondisi meningkatnya kasus COVID-19 di Sikka membuat para nakes juga kelelahan dalam melakukan penanganan pasien.

Namun pihaknya juga melakukan langkah antisipasi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak teranggu yaitu dengan mengusulkan perekrutan penambahan tenaga relawan.

Baca juga: Muhammadiyah: Pemerintah mesti jamin keselamatan nakes dan oksigen

Dinas Kesehatan mencatat jumlah kasus COVID-19 sejak pandemi masuk di Kabupaten Sikka sudah mencapai 2.000-an kasus.

Jumlah kasus yang aktif per Selasa (13/1) sebanyak 900 orang, sementara lebih dari 800 orang menjalani karantina mandiri dengan kategori orang tanpa gejala.

"Pasien yang kondisinya berar kita tangani di rumah sakit, sedangkan yang ringan ditangai di rungan isolasi terpusat," katanya.

Baca juga: Pakar: Vaksin COVID-19 dosis ketiga penting untuk lindungi nakes
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021