Piranti penghitung nener mahasiswa UB raih medali emas di ajang IICYMS

Piranti penghitung nener mahasiswa UB raih medali emas di ajang IICYMS

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang meraih Gold Medal and Special Award malaysia Innovation and Creativity di ajang International Invention Competitionfor Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021 atas karyanya berupa alat penghitung nener yang diberi nama SOHIN (ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA/End)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Piranti penghitung benih ikan bandeng (nener) karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) meraih medali emas dan Special Award malaysia Innovation and Creativity di ajang International Invention Competitionfor Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021.

Anggota tim pembuat alat yang diberi nama SOHIN tersebut, Muhammad Lutfi Ardiansyah di Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan SOHIN bisa menghitung nener secara cepat, tepat, efektif, efisien, serta portable.

"Alat ini mengadaptasi Artificial Intelegence (AI) berbasis computer vision dengan memanfaatkan sensor optik, motion dan segmentation," kata mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB tersebut.

Baca juga: Universitas Brawijaya kembali kukuhkan dua profesor sekaligus

Ia menerangkan cara kerja alat tersebut, operator memasukkan benih ikan bandeng atau nener beserta air ke dalam SOHIN. Selanjutnya, nener tersebut akan melewati jalur inlet yang terbagi menjadi tiga kolom. Ketika nener melewati kamera, sensor optik akan menangkap gambar objek yang melewatinya.

Data visual tersebut, lanjutnya, kemudian diubah menjadi data numerikal melalui serangkaian algoritma pemrograman. Data numerik yang telah diproses ditampilkan pada LCD.

Menurut dia, setiap objek yang dihitung akan disimpan datanya dan apabila jumlah objek yang diinginkan sudah mencapai target, secara otomatis program akan memerintahkan alat untuk menghentikan proses dan alat akan tertutup.

“Keunggulan SOHIN adalah meminimalisasi jumlah tenaga manusia, mempersingkat waktu dan meningkatkan ketelitian kerja penghitungan benih ikan,” katanya.

Lutfi berharap piranti tersebut dapat diproduksi secara massal, sehingga bermanfaat bagi pembudidaya benih ikan di Indonesia.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya produksi masker wajah dari olahan susu

SOHIN merupakan buatan lima mahasiswa FPIK dan FMIPA, yakni Muhammad Lutfi Ardiansyah, Randy Cassandra Risnandar, Yasmin Azizah, Adynsyah Nanda Putra, dan Akmal Adnan Attamami. Kelimanya dibimbing dosen FPIK Eko Sulkhani Yulianto S.Pi, M.Si.

Piranti tersebut berhasil meraih penghargaan Gold Medal and Special Award malaysia Innovation and Creativity di ajang IICYMS.

IICYMS merupakan suatu platform pembelajaran yang dikembangkan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) untuk mengembangkan talenta-talenta muda agar menjadi penemu yang produktif, kreatif dan inovatif.

IICYMS diikuti oleh 201 tim dari 17 negara, di antaranya Italia, Mesir, Indonesia, Malaysia, Turki, Jerman, Palestina, Qatar, dan India.

Baca juga: Universitas Brawijaya gandeng warga kelola hutan berkelanjutan
Baca juga: Dosen UB temukan Metode Neuromuscular Taping untuk kaki diabetik
Baca juga: Permudah layanan, Kemahasiswaan Filkom UB luncurkan aplikasi "Porski"
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021