Lestari Moerdijat: Peningkatan kasus COVID-19 jadi peringatan

Lestari Moerdijat: Peningkatan kasus COVID-19 jadi peringatan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/Dok. Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terus meningkat tajam agar menjadi peringatan semua pihak untuk semakin meningkatkan koordinasi, kerja sama, dan saling mendukung berbagai langkah penanggulangan pandemi.

"Ini peringatan bagi kita semua agar bekerja lebih keras, saling mendukung, dan tidak terjebak pada polemik saling menyalahkan," kata Lestari Moerdijat melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Tindakan saling menyalahkan, kata dia. hanya akan melemahkan bangsa Indonesia dalam menghadapi tingkat penularan COVID-19 yang terus meningkat pesat.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Pembelajaran adaptif tingkatkan kualitas pendidikan

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19 pada Rabu (14/7) jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 54.517 orang. Jumlah itu didapat dari hasil pemeriksaan 240.724 spesimen.

Dengan demikian, total yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga saat ini sebanyak 2.670.046 orang. Adapun penambahan tertinggi berasal dari DKI Jakarta, yakni 12.667, Jawa Barat 10.444, Jawa Timur 7.088, Jawa Tengah 5.110 dan Banten 3.889 jiwa.

Menurut politisi Partai NasDem yang akrab disapa Rerie itu penambahan kasus baru dalam jumlah signifikan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali merupakan masukan untuk pemerintah, Satgas COVID-19, dan aparat keamanan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas kebijakan yang diambil.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Negara bertanggung jawab hapus kekerasan seksual

"PPKM darurat bertujuan menekan laju penularan COVID-19 di Tanah Air., tetapi apabila tingkat penularannya malah meningkat tajam tentu perlu dievaluasi secara cermat dan menyeluruh," ujar Rerie.

Sebelum memutuskan perpanjangan PPKM darurat, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut, sebaiknya pihak-pihak terkait terlebih dahulu mengevaluasi dan menganalisis dengan didukung data-data yang akurat.

"Sejauh ini, klaster keluarga menjadi penyumbang terbesar peningkatan kasus positif COVID-19 di Indonesia. Harus dicari tahu mengapa hal itu terjadi dan bagaimana upaya pencegahannya," kata dia.

Baca juga: MPR: Lonjakan kasus COVID-19 perlu langkah antisipasi tepat

Efektivitas penerapan PPKM darurat ditentukan oleh tingkat kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan mematuhi setiap pembatasan serta larangan aktivitas yang ditetapkan oleh pemerintah, katanya.

"Tanpa ada kesadaran masyarakat, kebijakan pembatasan apa pun yang diterapkan tidak akan mampu menangkal laju penularan virus corona, baik varian lama maupun varian baru," ujarnya.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021