Bamsoet sampaikan belasungkawa wafatnya mantan Menteri BUMN Soegiharto

Bamsoet sampaikan belasungkawa wafatnya mantan Menteri BUMN Soegiharto

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan belasungkawa dan duka cita atas wafatnya Menteri Badan Usaha Milik Negara ke-4 (2004-2007) Soegiharto yang wafat pada 15 Juli 2021 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

"Kedekatan saya dengan almarhum terjalin sejak di KADIN Indonesia, almarhum sosok pekerja keras. Ketika masih bersekolah di SMP, demi membantu ekonomi keluarganya, almarhum bahkan pernah bekerja menjadi pembantu di sebuah rumah mewah di daerah Tanjung Priok," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, Soegiharto saat SMA, karena majikannya memiliki bioskop, almarhum juga ikut menjaga parkir di bioskop tersebut.

Menurut dia, ketekunan dan kerja keras almarhum dalam mengarungi hidup menjadi cerminan dan inspirasi bagi generasi muda sekaligus menjadi bukti bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

"Selain berkarir di pemerintahan, berbagai jabatan strategis di korporasi juga pernah dipegang almarhum, antara lain Komisaris Utama PT Jababeka Infrastruktur, Komisaris Utama dan Independen PT GRHA 165 Tbk, Komisaris Utama PT Wahana Mandiri Indonesia, Board of Advisor Islamic Development Bank (IDB), Regional Advisor Air Liquide Group France, Komisaris PT Regio Aviasi Industri, Komisaris Utama PT Bintang Energi Lestari, hingga Komisaris Independen PT AJ Adisarana Wanaartha," ujarnya.

Baca juga: Mantan Menteri BUMN Sugiharto wafat, Erick: Beliau tokoh luar biasa

Dia juga mengenang Soegiharto aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan antara lain Wakil Ketua Umum ICMI, Wakil Ketua Badan Penasehat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI), dan Anggota Dewan Penyantun Universitas Islam Al-Azhar Jakarta.

"Almarhum juga aktif menjadi pengajar, antara lain dosen program S2 SBM-ITB tahun 2012-2015, serta dosen MBA-Bashar Syariah Yayasan Pendidikan Perbankan Indonesia (YPPI) tahun 2010-2012," katanya.

Bamsoet mengatakan kepergian almarhum yang disebabkan terinfeksi COVID-19 semakin menambah duka bangsa Indonesia.

Menurut dia, tercatat hingga 15 Juli 2021, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 2.726.803 jiwa, sebanyak 70.192 jiwa di antaranya meninggal dunia.

"Penambahan pasien COVID-19 per 15 Juli 2021 tercatat mencapai 56.757 jiwa. Sementara kasus aktif COVID-19 tercatat juga masih tinggi, yakni sekitar 480.199 jiwa. Kita berdoa semoga saudara sebangsa yang wafat karena COVID-19, bisa ditempatkan dalam surga-Nya," ujarnya.

Dia berharap, bagi warga yang terhindar dari COVID-19, jangan lupa untuk senantiasa mentaati aturan PPKM darurat dan protokol kesehatan, serta segera vaksinasi jika sudah mendapatkan kesempatan.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021