MPR: Percepatan vaksinasi COVID-19 harus jadi gerakan bersama

MPR: Percepatan vaksinasi COVID-19 harus jadi gerakan bersama

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-Dok. Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai langkah percepatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia harus menjadi gerakan bersama dengan mendapatkan dukungan penuh dari segenap kekuatan sosial politik di Indonesia.

"Percepatan vaksinasi COVID-19 hendaknya tidak hanya menjadi perhatian Presiden, para menteri dan kepala daerah saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang mendapat dukungan penuh dari segenap kekuatan sosial politik di negeri ini," kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Dia menilai peringatan Presiden Joko Widodo kepada menteri dan kepala daerah dalam rapat terbatas evaluasi PPKM darurat pada Sabtu (17/7), seharusnya menjadi perhatian semua pihak dalam mempercepat proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Menurut dia, peringatan itu hendaknya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata, terutama meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas sektor serta komunikasi yang intens dari pusat hingga ke desa-desa.

Rerie menilai pandemik COVID-19 tidak bisa diatasi oleh pihak tertentu saja, namun harus dihadapi secara bersama-sama, karena vaksinasi merupakan cara satu-satunya untuk mengakhiri pendemik.

"Semua pihak berkepentingan untuk mempercepat proses vaksinasi agar segera terbentuk kekebalan kelompok atau 'herd immunity'," ujarnya.

Baca juga: JK resmikan gerakan masjid jadi sentra vaksinasi

Baca juga: Bakornas Leppami PB HMI dukung Gerakan Vaksinasi Presisi Polri


Dia menjelaskan, tanpa akselerasi vaksinasi secara signifikan, setidaknya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai target vaksinasi terhadap 70 persen atau sekitar 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Itu berarti membutuhkan sekitar 1,5 tahun lagi baru terbentuk kekebalan kelompok, karena selama enam bulan pertama proses vaksinasi baru mencapai kurang lebih 50 juta suntikan," tutur-nya.

Rerie menjelaskan berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) proses vaksinasi hingga Sabtu (17/7) telah menjangkau 41.268.627 orang yang mendapatkan suntikan pertama atau sekitar 19,82 persen.

Sementara itu baru 16.217.855 orang telah mendapatkan suntikan kedua atau baru sekitar 7,79 persen dari target 70 persen penduduk.

Karena itu menurut dia, berbagai upaya percepatan vaksinasi mulai dari vaksinasi masal hingga vaksinasi "door to door" harus mendapatkan dukungan dan partisipasi aktif dari segenap lapisan masyarakat agar berlangsung cepat dan lancar, terutama di wilayah-wilayah zona merah dan oranye/jingga.

"Kita bersyukur pemerintah menjamin stok vaksin yang ada saat ini mencukupi untuk menyokong percepatan vaksinasi COVID-19. Stok yang ada itu hendaknya digunakan secara efisien dan efektif agar tidak terjadi penumpukan di wilayah atau tempat tertentu seperti yang disebut Presiden Jokowi," ujarnya.

Baca juga: Ketua DPD ajak masyarakat bersatu padu dukung gerakan vaksinasi

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021