Tidak ada RPH, Sudin KPKP Jakpus imbau penyembelihan sesuai prokes

Tidak ada RPH, Sudin KPKP Jakpus imbau penyembelihan sesuai prokes

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat Penty Yunesi Pudyastuti saat melakukan pemantauan pemotongan hewan kurban di Mako Paspampres Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/07/2021). ANTARA/Mentari Dwi Gayati.

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat mengimbau penyembelihan hewan kurban dilakukan di lapangan terbuka dengan menerapkan protokol kesehatan saat peringatan Idul Adha 1442 Hijriah mengingat tak memiliki rumah potong hewan (RPH).

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat Penty Yunesi Pudyastuti menjelaskan penyembelihan kurban dapat dilakukan di masjid yang memiliki lapangan terbuka, maupun perkantoran dengan halaman luas.

Baca juga: Wagub DKI beli sapi kurban dari peternak di Jakarta Selatan

"Sebenarnya memang kami arahkan ke RPH, namun kapasitasnya kan tidak memenuhi, sehingga dapat dilakukan di luar, jika di masjid, harus lapangan terbuka," kata Penty saat ditemui di Mako Paspampres Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa.

Penty menjelaskan bahwa berdasarkan data, saat ini Kecamatan Gambir, Kemayoran dan Menteng yang banyak melaksanakan penyembelihan kurban pada Selasa.

Baca juga: Masjid Al Azhar laksanakan penyembelihan hewan kurban pada Rabu

Setidaknya ada 50 titik tersebar di tiga kawasan tersebut. Selebihnya, sejumlah kecamatan melaksanakan pemotongan kurban pada Rabu (21/7) dan Kamis (22/7).

"Yang lain ada yang sampai besok. Kalau Istiqlal menurut laporan, baru melakukan pemotongan hari Rabu," kata Penty.

Baca juga: Pemkot Jakarta Selatan tidak miliki rumah potong hewan ruminansia

Sudin KPKP Jakarta Pusat pun melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban, salah satunya di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden (Mako Paspampres).

Pemkot Jakpus pun mengimbau agar distribusi daging kurban dilakukan dengan menggunakan kemasan yang ramah lingkungan.

"Kemasannya kami imbau pakai ramah lingkungan. Kalau di sini memakai (kotak) besek. Tempat lain juga kami imbau pakai daun, sehingga tidak pakai kantong kresek lagi," kata dia.
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021