Tarif integrasi Jaklingko mempermudah mobilitas masyarakat

Tarif integrasi Jaklingko mempermudah mobilitas masyarakat

Penumpang berjalan di samping angkutan MikroTrans JakLingko di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Guna memutus penyebaran rantai COVID-19, JakLingko mewajibkan penumpang dan sopir untuk mengenakan masker, membersihkan tangan sebelum naik kendaraan, menjaga jarak di dalam kendaraan serta melakukan vaksinasi massal kepada pengemudi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Jakarta (ANTARA) - Rencana menerapkan tarif integrasi seluruh moda transportasi di bawah jaringan PT JakLingko Indonesia dinilai makin mempermudah mobilitas masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya.

Sejumlah masyarakat pun antusias karena tarif integrasi ini diperkirakan lebih terjangkau untuk masyarakat yang menggunakan berbagai moda transportasi umum di bawah jaringan JakLingko, yakni MRT Jakarta, TransJakarta, LRT Jakarta, KAI Commuter dan Railink Bandara Soekarno-Hatta.

Salah satu pegawai di area Cikini, Jakarta Pusat, Dina (35) pada Jumat mengaku telah menggunakan angkot mikrotrans sebagai kendaraan pembantu menuju stasiun.

"Sangat terbantu kalau memang tarifnya lebih murah. Saya sehari-hari menggunakan mikrotrans, kemudian lanjut naik kereta," kata Dina saat menaiki mikrotrans jurusan Gondangdia-Cikini, Jakarta Pusat.

Penumpang lainnya, Doni (27), tenaga kesehatan di RSCM Jakarta Pusat, juga telah menikmati layanan tarif integrasi JakLingko pada enam bulan terakhir.

Saat ini, tarif integrasi sudah diterapkan namun untuk moda transportasi TransJakarta dan mikrotrans. Dengan satu kartu JakLingko saja, penumpang yang menggunakan mikrotrans kemudian transit lanjutan dengan TransJakarta dalam kurun waktu tiga jam, hanya dikenakan tarif Rp5.000.

Baca juga: Penerapan prokes di JakLingko dinilai sudah ketat
Baca juga: JakLingko memperkuat penerapan protokol kesehatan


Jika hanya menggunakan angkutan mikrotrans saja, penumpang tidak dikenakan biaya sama sekali. Layanan ini sudah berlaku sejak 2019.

"Sehari-hari naik mikrotrans karena selain tidak bayar, rutenya lengkap. Transportasinya juga nyaman dan aman. Sangat terbantu sekali," kata Doni.

Adapun integrasi sistem transportasi publik DKI Jakarta di bawah jaringan JakLingko akan terlaksana pada pertengahan Agustus 2021.

Corporate Secretary PT JakLingko Indonesia Ahmad Rizalmi mengatakan, integrasi sistem akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase.

Pada fase pertama, integrasi dilakukan pada sistem pembayaran, tarif dan rute antarmoda transportasi. Sistem pembayaran akan dilakukan berbasis "QR Code" yang terintegrasi melalui aplikasi JakLingko dan kartu JakLingko.

Pada fase kedua yang ditargetkan terealisasi Maret 2022, integrasi akan diperluas tidak hanya pada antarmoda transportasi saja, tetapi juga dengan tempat-tempat wisata yang dilintasi rute JakLingko.

"Dengan tarif integrasi yang sudah diperluas, akan terhubung juga dengan tempat wisata, dengan tarif yang berbeda juga karena sudah ada kerja sama dengan Jaklingko. Tarifnya menjadi lebih murah," kata Rizal.
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021