Wakil Ketua MPR harapkan masyarakat bersatu dan tak gaduh

Wakil Ketua MPR harapkan masyarakat bersatu dan tak gaduh

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid. ANTARA/HO-MPR RI.

Jakarta (ANTARA) - Masyarakat diharapkan dapat bersatu dan berhenti meributkan kebijakan pemerintah terkait penanggulangan COVID-19, kata Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.

Masyarakat dan pemerintah harus bersatu karena dampak pandemi COVID-19 tidak dapat diatasi oleh satu pihak, kata Jazilul menanggapi seruan aksi massa “Jokowi End Game” yang viral di media sosial Twitter, Sabtu.

“Ayo kita bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi ini. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” terang Jazilul sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Seruan untuk berunjuk rasa, yang tergabung dalam tagar “Jokowi End Game” sempat viral di media sosial di Twitter, Sabtu. Tagar itu diunggah sebanyak lebih dari 7.000 kali oleh pengguna sehingga menjadi salah satu topik yang populer di linimasa Twitter dalam negeri.

Baca juga: 3.385 personel gabungan kawal demo tolak PPKM di Jakarta
Baca juga: Polda Metro imbau masyarakat sampaikan pendapat tanpa demo
Baca juga: IDI: jangan longgarkan PPKM di DKI Jakarta


Menurut Jazilul, seruan berunjuk rasa itu kurang produktif, karena kebijakan pembatasan yang ditetapkan pemerintah bertujuan memutus rantai penyebaran COVID-19 dan memastikan keselamatan seluruh warga di tanah air.

“Pada saat seperti ini, tidak lagi waktunya saling menyalahkan. Mari jaga kondusivitas dan stabilitas. Mari kita bersama-sama bersatu melawan pandemi ini agar kondisi tidak semakin memburuk,” kata Jazilul atau yang akrab disapa Gus Jazil.

Terkait situasi itu, Jazilul mengapresiasi langkah cepat kepolisian dan TNI yang siaga mengantisipasi kerumunan massa.

Polda Metro Jaya telah menyiagakan 3.885 anggotanya untuk mengantisipasi demonstrasi di daerah ibu kota dan kota penyangga di sekitarnya. Tidak hanya itu, kepolisian juga melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di beberapa titik yang berpotensi jadi tempat berkumpulnya massa.

“Sebagai antisipasi, kesigapan aparat kepolisian itu bagus. Tapi juga jangan sampai terkesan menimbulkan ada ketegangan,” sebut Jazilul menyampaikan pesannya ke para polisi yang bertugas.
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021