Kepulauan Seribu berharap Kampung Jepang jadi pionir ikon wisata

Kepulauan Seribu berharap Kampung Jepang jadi pionir ikon wisata

Atraksi ‘flyboard’ atau papan terbang di atas air yang ditampilkan saat berkunjung ke destinasi wisata Pantai Sakura di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan pada Senin (24/5/2021). (ANTARA/Abdu Faisal)

Jakarta (ANTARA) - Bupati Kepulauan Seribu Junaedi berharap Kampung Jepang di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, menjadi pembuka jalan atau pionir lahirnya ikon destinasi wisata lain di satu-satunya kabupaten di Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Junaedi menilai kehadiran ikon destinasi wisata akan mendongkrak perekonomian penduduk di masing-masing pulau karena dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.

"Harapan saya, tidak hanya di Pulau Untung Jawa, tetapi nanti semua pulau punya ikon, punya destinasi wisata. Yang menjadi salah satu objek menarik bagi wisatawan yang akan datang ke pulau tersebut," ujar Junaedi dalam cuplikan video yang ditayangkan di Jakarta, Rabu.

Junaedi mengatakan, Kampung Jepang adalah salah satu ikon yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu untuk membawa perubahan lebih baik pada area wisata Pantai Sakura di Pulau Untung Jawa.

Di dalam lokasi Kampung Jepang itu terdapat gerai kuliner yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berjualan. "Kios-kios itulah yang bisa mendongkrak ekonomi warga," kata Junaedi.

Baca juga: Kampung Jepang jadi tempat kegiatan pelaku UKM
Baca juga: Kampung Jepang Kepulauan Seribu sambut pencanangan HUT ke-494 DKI

Selain itu, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu juga mengajak kepada seluruh pelaku industri pariwisata untuk terlibat aktif dalam pemenuhan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (CHSE).

Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Puji Hastuti mengatakan produk dan pelayanan yang diberikan di area wisata harus bersertifikasi CHSE untuk menjamin terpenuhinya protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

"Dengan sertifikasi CHSE, wisatawan yang datang lebih nyaman,” kata Puji.

Pelaksanaan sertifikat dilakukan tanpa dipungut biaya atau gratis. Proses pendaftaran terbuka melalui website CHSE Kemenparekraf: https://chse.kemenparekraf.go.id/, dan dibuka hingga September 2021.

Puji berharap para pelaku industri pariwisata di Kepulauan Seribu mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan sertifikasi CHSE agar menjamin bahwa pelayanan dan produknya sudah memenuhi standar protokol kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021