Dua hari setelah kunjungan Wamenlu AS, Beijing tunjuk dubes baru

Dua hari setelah kunjungan Wamenlu AS, Beijing tunjuk dubes baru

Gedung Kementerian Luar Negeri China (Waijiaobu) di kawasan Chaoyangmen, Beijing. ANTARA/M. Irfan Ilmie.

Beijing (ANTARA) - Dua hari setelah Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Wendy Sherman mengakhiri kunjungannya ke China, Beijing menunjuk duta besar baru untuk negara adidaya itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Hua Chunying memastikan Wamenlu Qin Gang sebagai dubes baru di AS menggantikan Cui Tinkai yang habis masa jabatannya pada Juni lalu.

"Berharap semua yang terbaik untuknya," demikian unggahan Hua pada Kamis pagi.

Qin mendarat di New York, AS, pada Rabu (28/7) sore waktu setempat.

Baca juga: AS: Pengembangan gudang senjata nuklir China 'mengkhawatirkan'

Melihat hubungan China-AS saat ini, Qin mewakili sikap China untuk mendesak AS menyelesaikan masalah hubungan bilateral, seperti diharapkan sejumlah pihak.

Dia harus bisa mengelola perbedaan antara kedua negara guna menghindari memburuknya hubungan China-AS lebih lanjut, sebagaimana laporan media China.

Sebelum ditunjuk menggantikan posisi Cui, Qin yang berusia 55 tahun itu menjabat Wamenlu sejak 2018.

Sejak bergabung dengan MFA pada 1988, dia pernah menjabat sebagai dubes di Inggris, Dirjen Informasi, Dirjen Protokol, dan beberapa kali mendampingi kunjungan Presiden Xi Jinping ke berbagai negara.

Cui yang telah berusia 69 tahun meninggalkan jabatan yang diembannya selama delapan tahun dengan memberikan kesan terbaik bagi China dan AS, dinilai luwes dalam bernegosiasi dengan AS, namun tetap mengutamakan kepentingan negaranya.

Baca juga: Amerika Serikat khawatir soal penumpukan nuklir China

Qin adalah orang yang paling cocok untuk menggantikan Cui karena dubes baru harus berpengalaman dan senior juga memiliki kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan berat. Dia harus bisa mempertahankan kepentingan China di AS, demikian Lu Xiang, pengamat dari Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial China (CASS).

Diplomat China rata-rata bertugas di luar negeri dalam jangka waktu yang relatif lama dibandingkan para diplomat dari negara lain. Sebagai perbandingan, masa tugas diplomat Indonesia di luar negeri yang rata-rata hanya tiga sampai 3,5 tahun.

"Saya pernah bertugas di Chile 6,5 tahun. Atasan saya di Filipina, hampir lima tahun," kata seorang diplomat China saat berbincang dengan ANTARA beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Menhan AS berkomitmen bangun hubungan yang konstruktif dengan China
Baca juga: AS hentikan kasus penipuan visa ilmuwan China
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021