Ini penyebab lambatnya pemeriksaan sampel PCR COVID-19 di Gorontalo

Ini penyebab lambatnya pemeriksaan sampel PCR COVID-19 di Gorontalo

Tenaga penguji PCR di BPOM Gorontalo bersiap melakukan pengujian swab COVID-19. (ANTARA/ HO'BPOM Gorontalo)

Gorontalo (ANTARA) - Kepala BPOM Gorontalo Agus Yudi Prayudana, Sabtu, menjelaskan penyebab lambatnya pemeriksaan sampel PCR COVID_19 di daerah itu dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, dalam satu bulan terakhir pihaknya menerima sampel dalam jumlah besar yakni sekitar 500-700 per hari.

Sementara kapasitas pemeriksaan sampel PCR di laboratorium tersebut sebesar 400 sampel per hari.

"Jumlah sampel atau spesimen yang membludak itu, mengakibatkan reagen dan bahan habis pakai kami menipis dengan cepat," ujarnya saat dihubungi ANTARA.

Pihaknya telah berupaya mengirimkan permintaan reagen ke Litbangkes Kemenkes dan BNPB Pusat melalui dinas kesehatan provinsi, sejak tanggal 10 Juli 2021.

Namun karena proses pengiriman dari Jakarta yang terhambat, mengakibatkan reagen di BPOM Gorontalo habis pada 21 Juli 2021.

Pasokan reagen baru tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo pada 26 Juli 2021.

"Kendati reagen kami habis, aliran sampel dari dinkes termasuk puskesmas terus masuk. Jadinya ada penumpukan sampel yang harus diuji," tambahnya.

Ia menjelaskan, BPOM sudah mengurai keterlambatan pengujian tertanggal 21-26 Juli.

Hingga 31 Juli tidak ada lagi sampel sisa tersebut dan hasilnya sudah dilaporkan oleh BPOM ke Dinkes Provinsi Gorontalo.

"Saat ini pengujian sudah berjalan normal, walaupun memang aliran sampel tracing hampir selalu melewati kapasitas pengujian kami. Bahkan tenaga penguji kami bekerja sampai pukul 03.00 pagi di laboratorium," ujarnya.

BPOM berkomitmen untuk memberikan hasil PCR kurang dari 24 jam sejak sampel diterima dari dinkes provinsi, RS Aloei Saboe, RS Ainun Habibie, dan RSUD Otanaha.

Saat ini, tenaga penguji di BPOM hanya bertambah dari empat orang menjadi sembilan orang, yang harus bekerja meski hari libur dan lebaran dengan resiko yang tinggi.

Laboratorium uji COVID-19 BPOM Gorontalo adalah laboratorium yang telah berhasil menembus standar World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia.

Hal itu berarti uji Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) COVID-19 validasinya sudah berstandar internasional.

Baca juga: Balitbangkes akui hasil uji spesimen BPOM Gorontalo

Baca juga: BPOM Gorontalo : Hasil uji swab bisa diketahui setelah 24 jam

Baca juga: DPRD dukung BPOM Gorontalo lakukan uji swab COVID-19

 
Pewarta : Debby H. Mano
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021