BOR rumah sakit di Kota Bandung turun meski kasus COVID-19 masih naik

BOR rumah sakit di Kota Bandung turun meski kasus COVID-19 masih naik

Petugas kesehatan memeriksa pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj)

Bandung (ANTARA) - Tingkat keterisian tempat tidur pasien (Bed Occupancy Rate/BOR) di rumah sakit yang ada di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, menurun meski angka kasus aktif COVID-19 di wilayah itu masih mengalami peningkatan menurut data Dinas Kesehatan setempat.

Menurut data Dinas Kesehatan pada Senin tingkat keterisian tempat tidur pasien di rumah sakit yang ada di Kota Bandung sebesar 59,8 persen, turun 60,48 persen pada Minggu (1/8).

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna di Bandung, Senin, mengatakan bahwa sebelumnya BOR rumah sakit di Kota Bandung berkisar 70 persen hingga 91 persen.

"Mudah-mudahan ini menunjukkan indikator yang sangat bagus, dengan tingkat kesembuhan tinggi, jumlah yang dirawat sudah berkurang," kata Ema.

"Mudah-mudahan Bandung ini memang sudah melewati masa puncak," ia menambahkan.

Di Kota Bandung total tersedia 2.275 tempat tidur untuk perawatan pasien dengan infeksi virus corona di 30 fasilitas kesehatan.

Meski tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakitnya menurun, angka kasus aktif COVID-19 di Kota Bandung masih mengalami peningkatan.

Pada 1 Juli 2021 jumlah kasus aktif COVID-19 di Kota Bandung tercatat 2.879 dan pada 1 Agustus 2021 jumlahnya sudah meningkat menjadi 9.118 kasus.

Jumlah kasus aktif, yang meliputi penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan maupun isolasi mandiri, bertambah 6.239 dalam sebulan atau 207 lebih dalam sehari.

Baca juga:
Kasus aktif COVID-19 di Kota Bandung tembus angka 9.000
Kota Bandung memperketat pembatasan kegiatan di pasar hingga hotel


 
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021