Integrasi Jaklingko diharapkan gerakkan ekonomi UMKM

Integrasi Jaklingko diharapkan gerakkan ekonomi UMKM

Warga berjalan di depan papan informasi mengenai JakLingko di Jakarta, Kamis (3/12/2020). Pemprov DKI Jakarta menargetkan integrasi pembayaran antarmoda transportasi di bawah pengelolaan PT JakLingko dapat terlaksana tahun 2021 agar memudahkan masyarakat saat menggunakan transportasi umum di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/aa.

Jakarta (ANTARA) - Integrasi sistem transportasi di bawah jaringan PT JakLingko Indonesia diharapkan akan dapat menggerakkan perekonomian riil, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Ibu Kota.

"Kami sudah beraudiensi juga dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sehingga nanti akan ada UMKM kerajinan dan kreatif lainnya, juga dari Jakpreneurs, supaya ekosistem transportasi ini bisa menggerakkan sektor ekonomi riil," kata Sekretaris Perusahaan JakLingko Ahmad Rizalmi saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan dalam integrasi sistem pembayaran, tarif dan rute Jaklingko tahap dua, perusahaan anak usaha dari BUMD DKI Jakarta tersebut akan menggandeng sejumlah mitra usaha untuk kerja sama, mulai dari tempat wisata, transportasi daring berbasis aplikasi, gerai ritel makanan dan minuman serta UMKM lainnya.

Integrasi sistem pembayaran moda transportasi di bawah jaringan JakLingko, seperti MRT Jakarta, TransjJkarta, LRT Jakarta, KAI Commuter dan Railink Bandara Soekarno-Hatta, dibagi dalam tiga fase.

Pada fase pertama yang ditargetkan terealisasi dalam waktu dekat, Jaklingko akan meluncurkan kartu pintar (smart card) dan aplikasi yang dapat diakses oleh pengguna dengan sistem pembayaran berbasis "QR Code".

Baca juga: Ini proyeksi JakLingko jika tarif terintegrasi berlaku di Jakarta

Selain memberikan kemudahan sistem pembayaran dengan satu pintu untuk berbagai moda transportasi, aplikasi tersebut akan memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menentukan transportasi yang digunakan dari titik keberangkatan menuju titik tujuan.

Kemudian, pada fase dua yang ditargetkan pada Maret 2022, JakLingko meningkatkan pelayanannya dengan penerapan sistem tarif terintegrasi dan solusi (mobility as a services).

Pada fase kedua ini, pengguna transportasi akan diterapkan tarif terintegrasi antarmoda yang lebih terjangkau.

Integrasi sistem pembayaran juga akan diperluas, sehingga pengguna juga bisa melakukan pembayaran lainnya, seperti tagihan listrik, PAM, BPJS lewat aplikasi JakLingko.

Pada tahap ini pula, JakLingko menggandeng sejumlah perusahaan untuk membangun ekosistem transportasi seperti ojek dan taksi daring.

Baca juga: Pendapatan operator meningkat 8,11 persen saat tarif terintegrasi

Selain menghubungkan ke tempat wisata, pengguna aplikasi JakLingko juga akan diberikan penawaran potongan harga makanan, minuman dan lainnya melalui sistem perhitungan poin yang didapat dari perjalanannya.

"Sepanjang jalur lintasan moda transportasi jaringan JakLingko baik KRL, Transjakarta, MRT, LRT, Railink nanti dari satu stasiun ke stasiun lainnya, secara sistem akan ada penawaran melalui notifikasi yang berasal dari poin pengguna," katanya.

Karenanya, lanjut dia, pengguna bisa keluar sebentar untuk minum atau ngopi, lalu melanjutkan lagi perjalanannya.

Namun, pengguna perlu memperhatikan limitasi waktu pergantian antarmoda yakni 45 menit agar tetap mendapatkan tarif terintegrasi.

Selain menggerakkan sektor ekonomi riil, JakLingko berupaya memberikan pelayanan dan pengalaman bagi pengguna ketika menggunakan transportasi umum dengan berbagai keseruan di dalam perjalanannya.

Baca juga: JakLingko usulkan plafon tarif integrasi antarmoda maksimum Rp15 ribu
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021