BPBD Lebak minta warga waspadai longsor dan banjir

BPBD Lebak minta warga waspadai longsor dan banjir

Warga Rangkasbitung pekan lalu diterjang banjir akibat dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan petir. (ANTARA/HO)

Lebak (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta masyarakat setempat mewaspadai longsor serta banjir sehubungan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
 
"Peringatan imbauan kewaspadaan itu guna tidak menimbulkan korban jiwa, " kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama di Lebak, Banten, Sabtu.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di Banten, termasuk Kabupaten Lebak.
 
Peluang cuaca buruk tersebut terjadi sore hingga malam hari sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan bencana alam.

Baca juga: BPBD Lebak catat 1.239 rumah warga terendam banjir
Baca juga: Warga di perbukitan-pegunungan Lebak-Banten harus waspadai longsor
 
Potensi bencana alam itu dapat menimbulkan longsor dan banjir, karena topografi Kabupaten Lebak terdapat perbukitan, pegunungan dan daerah aliran sungai.
 
"Kami minta warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam waspada menghadapi cuaca buruk itu agar tidak menyebabkan korban jiwa," katanya.
 
Ia mengatakan peringatan kewaspadaan bencana alam itu karena pengalaman longsor dan banjir bandang tahun 2020 mengakibatkan sembilan warga meninggal dunia.
 
Selain itu juga ribuan warga Lebak di lima kecamatan terpaksa mengungsi setelah tempat tinggalnya mengalami kerusakan.
 
Karena itu, menghadapi cuaca buruk tersebut tentu dapat meningkatkan kewaspadaan bencana alam. "Kami yakin dengan waspada itu mampu mengurangi risiko kebencanaan, " katanya.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021