Kemenperin dorong penguatan "value chain" industri game

Kemenperin dorong penguatan

Sejumlah pengembang permainan digital (game) memeriksa hasil karyanya yang berjudul "Paw Paw Paw" di studio Simpleton di Malang, Jawa Timur. Kamis (19/11/2020). ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan industri game dalam negeri agar semakin berdaya saing global dengan cara membangun ekosistem industri yang baik melalui penguatan rantai nilai (value chain) dan pengoptimalan potensi yang ada di nusantara.

“Perhatian pada rantai nilai industri akan menghasilkan sebuah ekosistem yang terintegrasi dan menyeluruh," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier di Jakarta, Senin.

"Dalam membangun ekosistem industri konten yang baik, dibutuhkan kolaborasi dan interaksi antar-sektor. Industri berbasis Intellectual Property (IP) dapat saling berkolaborasi dalam pengembangan produk dan IP dengan dukungan investasi, baik dari pihak pemerintah maupun swasta," kata Taufiek.

Berdasarkan data yang dihimpun Newzoo pada 2016-2019, revenue industri game di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2019, Indonesia memperoleh pendapatan sebesar 1.084 miliar dolar AS dari industri gaming dan eSports.

Dengan capaian tersebut, saat ini Indonesia merupakan pasar industri game terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke-17 dunia. Tercatat pula terdapat 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer.

Menurut Taufiek, dengan potensi pasar yang begitu besar di Indonesia, pihaknya mendorong para pengembang game dalam negeri untuk mengoptimalkan peluang yang ada saat ini.

“Sebab, di tahun 2020, pasar game Indonesia baru dikuasai oleh industri lokal senilai 0.4 persen. Artinya, peluang berusaha bagi para pengembang game dalam negeri masih tinggi,” tegasnya.

Taufiek menambahkan, perkembangan jaringan seluler 5G diyakini dapat berpengaruh besar pada industri berbasis teknologi, salah satunya adalah industri game.

“Teknologi jaringan 5G yang memiliki kombinasi antara konektivitas berkecepatan tinggi, latensi yang rendah, dan cakupan yang luas, akan memicu banyak perubahan dalam tren industri game,” tuturnya.

Sebagai langkah dalam membangun ekosistem industri game di tanah air, Kemenperin menginisiasi pembangunan Bali Creative Industry Centre (BCIC) sebagai pusat promosi, inkubasi, serta pelatihan SDM industri animasi dan game.

BCIC yang dibangun sejak tahun 2014 ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh industri game lokal sehingga dapat terlahir ide-ide inovatif, kreator-kreator baru dan tercipta produk-produk berkualitas yang mampu bersaing dengan produk global.

 
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021