Warga Sulbar bangga Wapres kenakan pakaian adat Mandar

Warga Sulbar bangga Wapres kenakan pakaian adat Mandar

Tokoh masyarakat Sulbar yang juga mantan Gubernur Sulbar periode 2006-2016 Anwar Adnan Saleh. (ANTARA/HO/Istimewa)

Mamuju (ANTARA) - Tokoh masyarakat Provinsi Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh menyampaikan rasa kebanggaan masyarakat di daerah itu karena Wakil Presiden Republik Indonesia
KH Ma'ruf Amin, mengenakan pakaian adat Mandar saat menghadiri sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD RI tahun 2021, di ruang rapat paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD.

"Hari ini, dalam rangka memperingati ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia warga Sulbar patut berbangga sebab Pak KH Ma'ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia mengenakan pakaian adat Mandar, pada acara kenegaraan, yakni dalam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia," kata Anwar Adnan Saleh, dihubungi di Mamuju, Senin.

Mantan Gubernur Sulbar dua periode, yakni pada 2006-2011 dan 2011-2016 itu, menyampaikan apresiasi masyarakat Sulbar atas penghargaan pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang mengangkat budaya Mandar sebagai salah satu ikon budaya pada peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Wapres hadiri Sidang Tahunan MPR kenakan pakaian adat Sulbar

"Tentu, ini patut diapresiasi dan membanggakan kita sebagai orang Mandar dan orang Sulbar bahwa pakaian tradisional Sulbar digunakan oleh pimpinan negara dalam acara kenegaraan. Kita bangga menjadi anak Sulbar, bangga dengan budaya Sulbar, bangga dengan tradisional yang ditinggalkan nenek moyang kita di Mandar dan Sulbar. Maka hari ini, kebanggaan kita justru akan lebih naik ke tingkat nasional karena pakaian daerah yang kita banggakan, kita cintai  dan sayangi itu digunakan oleh Bapak KH Ma'ruf Amin dalam upacara memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia," kata Ketua DPW Partai Nasdem Sulbar tersebut.

Di momen peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Anwar Adnan Saleh mengajak seluruh masyarakat Sulbar, khususnya kalangan generasi muda untuk tetap mencintai budaya, tetap mengabadikan budaya yang ada di tanah Mandar dan Sulbar pada umumnya.

"Kalau orang lain saja bangga dengan pakaian daerah kita apalagi kita sendiri," ucapnya.

Secara tersirat menurut Anwar Adnan Saleh, pengenaan pakaian adat daerah pada setiap kegiatan kenegaraan merupakan, komitmen pemerintahan Joko Widodo, sejak periode awal hingga memasuki periode kedua ini.

"Komitmen kepemimpinan Jokowi, sejak periode pertama sampai masuk ke periode kedua ini tentu sebagai orang yang pernah terlibat dalam pemerintahan, saya bangga kepada beliau (Jokowi) yang mengangkat tradisi, mengangkat budaya ke panggung internasional karena peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini diikuti oleh perwakilan negara-negara lain dan juga disiarkan secara internasional," terangnya.

"Jadi, pemilihan kali ini oleh Wapres meminta untuk menggunakan pakaian adat Mandar saya kira itu bagian yg harus diapresiasi dan tentu saya ingin menyatakan bahwa bangga saya kepada Presiden dan Wapres," ujar Anwar Adnan Saleh.

Baca juga: Alasan Jokowi pilih pakaian adat Baduy: Sederhana dan nyaman dipakai
Baca juga: KSP: Presiden tepis stigma negatif Suku Baduy
Pewarta : Amirullah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021