Desa di perbatasan Kaltara - Malaysia dialiri listrik PLN

Desa di perbatasan Kaltara - Malaysia dialiri listrik PLN

Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen TP saat peresmian pelayanan listrik pada 13 unit desa di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan, Senin (16/8). ANTARA/HO - Dinas KISP.

Tarakan (ANTARA) - Sebanyak 13 unit desa di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia sudah mendapatkan pelayanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Ini merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi saya pribadi, karena satu tahun yang lalu saya ke sini, belum terpikir ini terjadi. Tapi hari ini (Senin) semuanya terjadi,” kata Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP saat peresmian pelayanan listrik pada 13 unit desa di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan, Senin.

Peresmian ini dilakukan oleh Yansen untuk kelompok Desa Terang Baru yang menyasar tujuh unit desa, dan enam desa dalam kelompok Desa Brian Baru.

Adapun ketiga belas unit desa di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut adalah Long Matung, Long Rupan, Liang Badung, Wa’ Laya, Pa’ Matung, Pa’ Terutun dan Pa’ Putuk yang tergabung dalam kelompok Desa Terang Baru.

Sementara enam desa lainnya yang termasuk dalam kelompok Desa Brian Baru yaitu Pa’ Payak, Pa’ Pirit, Liang Aliq, Sembudud, Liang Turan dan Liang Bua.

"Hingga saat ini desa yang sudah teraliri listrik PLN di wilayah Kaltara sudah mencapai 64 persen," kata Yansen.

Dia menegaskan upaya Pemprov mewujudkan desa terang benderang terus dilakukan di seluruh desa yang ada di Bumi Benuanta tanpa henti hingga saat ini.

Wagub berharap, semoga ke depannya pemerintah dan PLN lebih meningkatkan kerja sama yang baik. Sehingga semua daerah di wilayah Kaltara dapat memiliki aliran listrik yang memadai demi kesejahteraan rakyatnya.

Dalam rangkaian peresmian penyalaan listrik di desa-desa tersebut, Wagub Yansen juga melakukan penandatanganan prasasti ekowisata Turut Sia’ dan menerima beras hasil pertanian dari petani Desa Brian Baru.
 
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021