BRGM: Rehabilitasi mangrove dapat dongkrak penghasilan masyarakat

BRGM: Rehabilitasi mangrove dapat dongkrak penghasilan masyarakat

Arsip Foto - Karyawan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menanam bibit mangrove di perkampungan nelayan Desa Deah Raya, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Aceh, Minggu (14/3/2021). ANTARA FOTO/Ampelsa/rwa/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menyatakan rehabilitasi mangrove melalui pola Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa menjaga ekosistem serta memberikan tambahan penghasilan untuk masyarakat.

Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Ayu Dewi Utari di Jakarta, Rabu, mengatakan, kegiatan rehabilitasi mangrove tidak mungkin terlaksana secara instan, karena menanam mangrove di umur 1-2 tahun manfaatnya belum banyak.

Tapi, lanjutnya, di umur 5 tahun atau lebih, manfaatnya akan sangat besar untuk masyarakat, seperti terbentuknya daerah wisata dari ekosistem mangrove.

"Ini bisa jadi tambahan penghasilan baru bagi masyarakat. Ekosistem terjaga, masyarakat sejahtera, tujuan utama dari restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove," ujarnya dalam keterangannya.

Terkait hal itu Kepala BRGM Hartono menyatakan pihaknya selalu berupaya untuk berkomunikasi dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap kegiatan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove.

Baca juga: KKP segera rehabilitasi enam kawasan mangrove untuk pulihkan ekonomi

Dikatakannya, restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove merupakan salah satu upaya melindungi negara, karena kerusakan gambut dan mangrove dapat mempengaruhi perubahan iklim nasional maupun internasional.

"Restorasi gambut dan mangrove sangat relevan dengan tujuan kita bernegara. BRGM juga berupaya melaksanakan PEN dengan melibatkan banyak masyarakat," ujarnya dalam webinar bertema "Bersama Jaga Gambut dan Mangrove untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh".

Sementara itu Direktur Konservasi Tanah dan Air Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK, Zainal Arifin menyebut pentingnya peta mangrove nasional.

"Peta mangrove sangat penting untuk penyusunan rencana kegiatan rehabilitasi dan lebih operasional dalam pelaksanaannya," kata Zainal.

Menurut dia, ekosistem mangrove Indonesia, salah satu ekosistem mangrove terbesar di dunia, sehingga harus dipertahankan karena sangat penting dalam menjaga kestabilan fungsi daerah aliran sungai dan lainnya.

Baca juga: Peneliti: Mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim

"Mangrove sangat diperlukan untuk mendukung tata wilayah daerah, bisa menjadi dasar untuk pengelolaan wisata, lembaga di tingkat petani mangrove dan nelayan, daerah pesisir, potensi karbon dan lainnya, " kata Zainal.

Ketua Indonesia Mangrove Society, Sahat M Panggabean menyebut mangrove juga bisa meminimalisir dampak tsunami, oleh karena itu daerah berpotensi tsunami perlu dilakukan penanaman tumbuhan tersebut, karena bisa menahan gelombang laut.

Terkait hal itu Kepala Desa Toray, Merauke, Papua, Barsalinan Deda, berharap wilayahnya dapat memperoleh pelatihan dan pendampingan untuk rehabilitasi mangrove.

"Kampung kami berada di kawasan hutan lindung perbatasan. Kami berharap hutan lindung ke depannya diberikan sedikit pertumbuhan atau cara penanaman mangrove di sekeliling desa agar bisa tumbuh berkembang dan desa kami ini dengan keindahan alamnya bisa jadi desa wisata,” katanya.

Baca juga: BRGM libatkan masyarakat dalam kegiatan restorasi gambut dan mangrove
 
Pewarta : Subagyo
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021