Megawati ingatkan negara akan ambruk jika ubah ideologi

Megawati ingatkan negara akan ambruk jika ubah ideologi

Tangkapan layar Presiden kelima RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan pembekalan kepada Purnapaskibraka Duta Pancasila, di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/8/2021). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga.

Jakarta (ANTARA) - Presiden kelima RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan negara Indonesia akan ambruk jika ideologi Pancasila diubah menjadi ideologi lain.

"Kalau kita ubah ideologi kita dengan ideologi lain, saya bilang pasti negara kita ambruk, ndak ada namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia, bhinneka tunggal ika, bermacam-macam tapi satu jua," kata Megawati saat memberikan pembekalan kepada Purnapaskibraka Duta Pancasila, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Megawati mengatakan jika ada pihak-pihak yang ingin merobek-robek dan mengubah ideologi Pancasila, maka orang seperti itu haruslah dilawan.

"Kalau mau dirobek-robek, mohon maaf, Ibu walau sudah tua begini, Ibu lawan orang kayak begitu. (Memangnya) Kamu hidup dimana? Kamu ikut berjuang? Pasti akan aku bilang begitu. Mana perjuanganmu untuk Indonesia Raya ini," kata Megawati.

Pada kesempatan tersebut, Megawati menekankan Purnapaskibraka atau Paskibraka yang telah selesai bertugas, merupakan kader bangsa utama, yang mengerti arti Pancasila dan harus menjadi tameng Pancasila.

Dia menegaskan menjaga ideologi Pancasila tidak bisa hanya digembar-gemborkan, namun harus dilaksanakan.

Putri Bung Karno itu, juga menyerukan kepada Purnapaskibraka Duta Pancasila agar kelak dapat menjadi orang politik yang sebenarnya.

"Politik beneran, bukan politikus orang yang hanya mau mejeng. Tapi benar-benar bela negara, nggak gampang lho," ujar Megawati.
Baca juga: Megawat tegaskan Purnapaskibraka harus menjadi tameng Pancasila
Baca juga: Presiden ingin Pancasila dibumikan dengan cara baru yang kekinian
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021