Tarif resmi integrasi transportasi JakLingko tunggu rekomendasi DTKJ

Tarif resmi integrasi transportasi JakLingko tunggu rekomendasi DTKJ

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin (kanan) saat ditemui di sela-sela uji coba sistem integrasi tarif antarmoda di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Rabu (18/8/2021). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Jakarta (ANTARA) - Tarif resmi untuk sistem integrasi antarmoda di Ibu Kota masih menunggu rekomendasi dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan tim penyusun tarif.

"DTKJ masih menyiapkan rekomendasi resmi kepada Gubernur DKI dan kami masih menunggu rekomendasi resmi dari DTKJ," kata Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin, di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, anak usaha BUMD DKI Jakarta bidang sistem pembayaran itu telah mengusulkan tarif integrasi antarmoda yang meliputi PT KCI (Kereta Commuter Indonesia), MRT Jakarta, LRT dan TransJakarta.

Kamaluddin menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan dan tim penyusun integrasi tarif JakLingko yang ada di Pemprov DKI Jakarta.

Penyusunan tarif integrasi antarmoda tersebut akan disahkan melalui Peraturan Gubernur yang akan ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Siap diluncurkan, Dishub DKI uji coba integrasi antarmoda JakLingko

Rencananya, tarif integrasi dengan sistem gabungan (bundling) yang lebih terjangkau bagi masyarakat ini mulai diterapkan pada Maret 2022 atau pada fase kedua, yakni layanan seluruh mobilitas (Mobility as a Service) .

JakLingko pun mengusulkan plafon tarif integrasi antarmoda maksimum Rp15 ribu untuk sekali perjalanan menggunakan multitransportasi.

Ada dua skema tarif integrasi yang diusulkan, yakni tarif untuk transportasi "urban", seperti MRT, LRT dan TransJakarta serta tarif untuk transportasi "suburban", yakni kereta Commuterline (PT KCI).

"Apabila ada peralihan moda transportasi dari KCI ke transportasi "urban', maksimum plafonnya diusulkan menjadi Rp15 ribu karena ada gabungan antarmoda 'suburban' dan 'urban'," kata Kamaluddin dalam kesempatan sebelumnya.

Sebelum tarif integrasi tersebut diberlakukan, JakLingko segera meluncurkan kartu transportasi (smart card) dan aplikasi (superapps) yang dapat digunakan penumpang untuk sistem pembayaran seluruh moda transportasi pada September mendatang.

Baca juga: Sistem integrasi transportasi JakLingko pada 2022 setara negara maju

Integrasi sistem pembayaran lewat kartu dan aplikasi JakLingko ini akan memudahkan masyarakat dalam merencanakan waktu perjalanan, memesan dan membayar tiket seluruh moda transportasi.

"Nanti kartu dan aplikasinya akan dicanangkan oleh Pak Gubernur," kata Kamaluddin.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021