Kemenkes: Kekebalan kelompok masih menjadi sasaran pemerintah

Kemenkes: Kekebalan kelompok masih menjadi sasaran pemerintah

Tangkapan layar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi memberikan keterangan seputar pandemi COVID-19 saat hadir ecara virtual dalam acara diskusi yang diselenggarakan LKBN ANTARA dan dipantau dari Jakarta, Selasa (24/8/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengemukakan kekebalan kelompok sebesar 70 persen dari populasi di Indonesia melalui vaksinasi masih menjadi sasaran pemerintah untuk keluar dari pandemi.

"Jadi kita berharap kekebalan kelompok masih bisa menjadi sesuatu yang kita bisa capai, asal lebih cepat orang segera dapat dosis pertama dan dosis kedua," kata Siti Nadia Tarmizi saat hadir secara virtual dalam acara diskusi yang diselenggarakan LKBN ANTARA dan dipantau dari Jakarta, Selasa.

Nadia mengatakan efikasi vaksin COVID-19 yang kini tersedia di Indonesia masih relevan dengan perkembangan mutasi virus Corona yang terjadi saat ini.

Baca juga: Penerima vaksin COVID-19 dosis lengkap di Indonesia capai 32,64 juta

Ia mengatakan sejak awal pengadaan vaksin, pemerintah telah mengukur batas efikasi terendah berkisar 55 hingga 60 persen untuk melindungi masyarakat dari penularan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

"Jadi kalau kita lihat perhitungan kita di awal itu adalah efikasi vaksin kita hitung 55 hingga 60 persen. Kita sudah mengambil batas terendah dari efikasi sebuah vaksin," katanya.

Baca juga: Bio Farma: Pengolahan "bulk" menjadi vaksin perlu waktu satu bulan

Menurut Nadia, efikasi vaksin tersebut saat ini sedang disuntikan kepada 70 persen populasi di Indonesia berdasarkan kelompok usia 12 tahun ke atas.

"Kalau kemudian kita menyelesaikan sasaran vaksinasi tadinya minimal hanya 181 juta, sekarang bertambah dengan sasaran ibu hamil, artinya kita sudah melebihi angka 70 persen penduduk," katanya.

Baca juga: Kemenkes kejar penyuntikan 50 juta dosis vaksin untuk capai target

Nadia menambahkan sebanyak tujuh jenis vaksin yang tersedia di Indonesia saat ini yakni Pfizer, Moderna, Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, vaksin Bio Farma dan Novavax masih sesuai dengan arahan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) sebagai vaksin yang efektif mencegah penularan COVID-19.

"Kita sudah pastikan bahwa ketujuh jenis vaksin ini adalah vaksin yang memang sudah menyelesaikan uji klinik fase tiga, bahkan secara global juga sudah diakui oleh WHO, kemudian dia sudah mendapatkan izin penggunaan darurat. Artinya, secara kualitas keamanan sudah diakui secara global," katanya.

Baca juga: Pemain Persikota Tangerang jalani vaksinasi dengan vaksin Pfizer

Baca juga: Vaksinolog: Vaksin terbaik adalah yang tersedia untuk disuntikkan
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021