LIPI apresiasi Diplomasi Vaksin Indonesia

LIPI apresiasi Diplomasi Vaksin Indonesia

Tangkapan layar Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kementerian Luar Negeri RI Antonius Yudi Triantoro memberi paparan dalam seminar secara daring bertajuk “Kebijakan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia: Dalam Kerja Sama Ekonomi-Politik di Tengah Pandemi COVID-19”, Rabu. (25/8/2021). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.

Jakarta (ANTARA) - Koordinator Tim Kajian Politik Luar Negeri Indonesia P2P LIPI Mario Surya Ramadhan memberi apresiasi atas kinerja Kementerian Luar Negeri dalam melakukan diplomasi vaksin.

|"Saya mengapresiasi kinerja rekan-rekan Kementerian Luar Negeri yang sudah bisa memfasilitasi ketersediaan vaksin untuk Indonesia," kata Mario Surya ketika memberi paparan dalam seminar secara daring bertajuk Kebijakan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia: Dalam Kerja Sama Ekonomi-Politik di Tengah Pandemi COVID-19, Rabu.

Keberhasilan diplomasi vaksin dalam memfasilitasi ketersediaan vaksin untuk Indonesia merupakan wujud dari peran aktif Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam perpolitikan internasional untuk memenuhi kepentingan nasional Indonesia.

Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kementerian Luar Negeri RI Antonius Yudi Triantoro mengatakan bahwa diplomasi vaksin menjadi fokus dari diplomasi Indonesia saat ini dan memiliki keterkaitan erat dengan kebijakan kesehatan nasional.

Diplomasi ini, kata dia, merupakan bagian dari program pemerintah untuk mengamankan akses Indonesia terhadap vaksin, baik akses komersial maupun akses donasi.

Per 8 Agustus 2021, berdasarkan data yang dipaparkan oleh Antonius Yudi, Indonesia telah mengamankan lebih dari 180 juta dosis vaksin melalui diplomasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.

Adapun perincian jumlah dosis vaksin yang telah diperoleh oleh Kemlu melalui pembelian, yakni 147,7 juta dosis vaksin Sinovac, 1,6 juta dosis AstraZeneca, dan 7,5 juta dosis Sinopharm.

Berikutnya, terdapat sejumlah vaksin yang diperoleh dari berbagai donasi, yakni 11,7 juta dosis AstraZeneca dari COVAX-Multi, 2,1 juta dosis AstraZeneca dari donasi Jepang, 620.000 dosis AstraZeneca dari donasi Inggris, 750.000 dosis Sinopharm dari donasi Uni Emirat Arab, dan 8 juta dosis Moderna dari AS melalui COVAX-Multi.

Selain yang dipaparkan oleh Antonius Yudi, pada tanggal 19 Agustus 2021 Indonesia telah menerima sebanyak 450.000 dosis vaksin AstraZeneca yang bersumber dari donasi Belanda.

"Melalui diplomasi bilateral, Kemlu mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan domestik, khususnya vaksin," kata Yudi.

Baca juga: Godrej Indonesia beri 4.500 dosis vaksin bagi karyawan dan keluarga

Baca juga: Negara Afrika akan segera terima donasi vaksin COVID-19 dari AS
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021