Polda Riau siap mengamankan produk sawit rawan pencurian

Polda Riau siap mengamankan produk sawit rawan pencurian

CEO PTPN V Jatmiko Santosa (kiri) menjelaskan kinerja perusahaan perkebunan milik negara tersebut kepada Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi. Polda Riau menegaskan akan membantu memperkuat pengamanan produksi di PTPN V dari aksi pencurian TBS, menyusul meningkatnya harga akhir-akhir ini. ANTARA/dok.

Pekanbaru (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Inspektur Jenderal Agung Setya Imam Effendi menyatakan siap mendukung dan memperkuat pengamanan produk perkebunan sawit dari aksi pencurian produksi, menyusul meroketnya harga komoditas tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

"Titik mana yang memerlukan kehadiran polisi, buah lagi bagus, namun rawan pencurian, nanti kami bantu. Silakan koordinasi dengan kami," kata Agung Setya saat berkunjung ke PT Perkebunan Nusantara V, di Pekanbaru, Kamis.

Agung mengatakan langkah itu merupakan bentuk dukungan kepolisian untuk membantu perusahaan sawit termasuk PTPN V yang kini mencapai titik produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri.

Terlebih lagi, tingginya angka produktivitas tersebut dibarengi dengan meroketnya harga sawit dalam beberapa waktu terakhir, yang menjadikan komoditas palma itu menjadi salah satu penyangga utama ekonomi Indonesia di tengah badai pandemi COVID-19.

"Jadi artinya ini kan sudah dibangun PTPN V. Kami ingin berkontribusi dengan ekosistemnya. Pencurian sawit harus diatasi dan pelakunya mendapat efek jera," ujar Agung.

Dia juga mengingatkan kepada setiap kepolisian sektor utamanya pelaku tindak pidana ringan (tipiring) yang sering berlindung dengan peraturan perundangan lainnya, maka ada Undang-Undang Perkebunan yang dapat digunakan untuk menjerat pelakunya.

CEO PTPN V Jatmiko Santosa mengapresiasi dukungan Polda Riau untuk anak usaha holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) itu. Ia mengakui bahwa pencurian masih menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi perusahaan.

Untuk itu, kini PTPN V juga tengah mengembangkan dashboard khusus memantau aksi pencurian sawit. Aplikasi itu juga terinspirasi dari Dashboard Lancang Kuning yang dikembangkan Polda Riau.

"Kami menyampaikan terima atas dukungan penuh Bapak Kapolda Riau. Semoga sinergitas yang telah terjalin selama ini semakin baik dan menjadi bagian dari solusi akan sejumlah tantangan yang selama ini kita hadapi," ujar Jatmiko yang juga Ketua GAPKI Riau tersebut.
Baca juga: Polda Jambi tahan oknum DPRD Tanjungjabung Barat kasus pencurian sawit
Baca juga: Harga TBS meroket, Polda Riau bentuk tim antisipasi pencurian sawit
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021