China ingin hilangkan budaya penggemar kacau di internet

China ingin hilangkan budaya penggemar kacau di internet

Ilustrasi media sosial. (ANTARA/HO-Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Regulator internet di China ingin menghilangkan kebiasaan penggemar yang rusuh di internet, bagian dari kampanye negara itu untuk "memperbaiki" sektor internet.

Administrasi Ruang Digital China, Cyberspace Administration of China, menyatakan akan menindak penyebaran informasi berbahaya di kalangan grup penggemar dan menutup kanal diskusi yang menyebarkan skandal selebriti atau "memprovokasi masalah".

China selama beberapa bulan ini dikritik karena budaya penggemar mereka setelah skandal yang menimpa bintang pop Kris Wu dan aktor Zhang Zhehan.

Baca juga: Kris Wu kehilangan banyak kerja sama imbas tuduhan pelecehan seksual

CAC menyatakan akan memperbaiki regulasi untuk promosi selebriti di ruang digital dan melarang daftar peringkat selebriti berdasarkan popularitas.

China juga akan memberikan sanksi terhadap eksploitasi finansial lewat penjualan pernak-pernik atau aksi mengenakan biaya untuk memilih artis idola di acara online.

Regulator berencana membatasi akses anak-anak ke grup penggemar.

Lebih lanjut, China juga meminta perusahaan intenet untuk bertanggung jawab secara sosial.

Setelah imbauan tersebut, platform streaming iQiyi dan mikroblog Weibo mengubah penawaran mereka.

Weibo beberapa lalu mencabut daftar peringkat selebriti berdasarkan popularitas setelah media negara menyatakan platform media sosial harus mengendalikan promosi selebriti demi melindungi anak-anak.

Sementara iQiyi menyatakan akan menghentikan program kompetisi idola. Mereka juga menghentikan musim ketiga acara "You with You" setelah video seorang penggemar membuang susu demi pemungutan suara, demikian Reuters.

Baca juga: Kejaksaan China setujui penangkapan Kris Wu atas dugaan pemerkosaan

Baca juga: Fandom K-pop di Indonesia donasikan Rp1,4 milyar untuk korban bencana

Baca juga: Penjualan album lama K-Pop meningkat seiring pertumbuhan "fandom"
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021