KKP tradisikan jajar kehormatan untuk penjaga laut

KKP tradisikan jajar kehormatan untuk penjaga laut

Tradisi "jajar kehormatan" sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan aparat dalam mengamankan kedaulatan pengelolaan perikanan di laut Indonesia. ANTARA/HO-KKP.

Batam (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan memulai tradisi "jajar kehormatan" sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan aparat dalam mengamankan kedaulatan pengelolaan perikanan di laut Indonesia.

"Ini tradisi yang akan kami mulai sebagai bentuk rasa hormat, terima kasih dan apresiasi atas kerja keras para aparat kita di lapangan yang dengan gigih dan gagah berani menjadi benteng KKP dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan kita," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin dalam keterangan yang diterima di Batam, Ahad.

Tradisi itu diperkenalkan Dirjen PSDKP saat menyambut kedatangan Kapal Pengawas Perikanan yang berhasil menangkap kapal pelaku illegal fishing di Pangkalan Batam, beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal PSDKP didampingi Direktur Pemantauan dan Operasi Armada serta Kepala Pangkalan PSDKP Batam, berbaris berjajar di haluan Kapal Pengawas Perikanan membalas penghormatan yang diberikan oleh seluruh Awak KP Orca 03, KP Hiu Macan Tutul 02 dan KP Hiu 11.

Baca juga: KKP deportasi 34 awak kapal Vietnam

Baca juga: KKP tangkap 19 kapal nelayan asing pencuri ikan


Adin menyatakan, aparat menghadapi tantangan berat dalam mengamankan laut Indonesia sehingga layak mendapatkan apresiasi. Apalagi, dalam setiap penangkapan kapal ikan asing ilegal yang dilakukan oleh jajarannya, kerap mendapatkan perlawanan dari pelaku yang bisa saja membahayakan keselamatan jiwa dari petugas.

"Contoh yang paling konkrit adalah penangkapan kapal ikan asing berbendera Vietnam yang mencoba melarikan diri dan akhirnya mengalami overheat sehingga terbakar dan tenggelam. Aparat kami harus berjibaku di tengah api untuk melakukan upaya pemadaman dan evakuasi," tutur Adin.

Hal senada disampaikan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono yang menjelaskan apresiasi dan perhatian dari negara kepada aparat yang berada di garis terdepan sangat penting, demi meningkatkan motivasi dan etos kerjanya.

"Hal-hal yang seperti ini akan semakin meningkatkan daya juang anak-anak di lapangan, karena mereka merasa mendapatkan dukungan dan perhatian dari pimpinannya," ucap Pung Nugroho.

KKP juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan Awak Kapal Pengawas Perikanan. Di antaranya melalui peningkatan Standar Biaya Masukan Lainnya (SBML) pada sejumlah komponen biaya untuk kapal pengawas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan sejak 2020.

Apresiasi terhadap kinerja aparat di lapangan sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mendorong inovasi dan kreativitas jajaran garda terdepan mewujudkan kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, selama delapan bulan terakhir, KKP menangkap 130 kapal ikan yang terdiri dari 84 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 46 kapal ikan asing yang mencuri ikan.

Kapal ikan asing yang ditangkap terdiri dari 15 kapal berbendera Malaysia, enam kapal berbendera Filipina dan 25 kapal berbendera Vietnam.

Selain gigih memberantas "illegal fishing", KKP juga terus menunjukkan komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 62 pelaku destructive fishing seperti bom ikan, setrum maupun racun.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021