MRT dan PT JIEP kerja sama bangun depo dan TOD di Pulo Gadung

MRT dan PT JIEP kerja sama bangun depo dan TOD di Pulo Gadung

Foto udara jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT Asean dan Halte Transjakarta CSW di Jakarta, Rabu (11/8/2021). Skybridge penghubung transportasi MRT Jakarta dan Transjakarta Koridor 13 itu akan memiliki sistem pembayaran tiket terintegrasi yang disiapkan melalui Jak Lingko. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) menjalin kerja sama pembangunan depo MRT dan pembangunan kawasan berorientasi transit (transit oriented development/ TOD) di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar dengan Direktur Utama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung Landi R. Mangaweang di Jakarta, Rabu.

Dalam sambutannya, William Sabandar menyampaikan kerja sama ini merupakan wujud sinergi bersama dalam mewujudkan kawasan TOD dalam pembangunan MRT Fase 3 koridor Kalideres-Ujung Menteng.

Baca juga: MRT targetkan bangun kawasan terintegrasi Dukuh Atas mulai Oktober

"Ini merupakan salah satu hal yang perlu kami tuntaskan dalam pembangunan Fase 3 MRT Jakarta melalui berbagai langkah konkret yang bisa kita kerjakan bersama, dan kami sepakat untuk dilakukan penandatanganan MOU ini demi pemanfaatan dan pengembangan kawasan," kata William.

William menjelaskan kerja sama ini merupakan kesempatan bagi BUMD untuk bersinergi mewujudkan lokasi lahan Depo.

Menurut dia, kehadiran MRT Jakarta pada Fase 1 terbukti menciptakan peningkatan nilai kawasan yang berdampak bukan hanya secara pengembangan ekonomi dari sebuah kawasan, melainkan juga manfaat lain yang bisa dirasakan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Kerja sama MRT Jakarta dan PT JIEP bertujuan untuk penyediaan sebagian maupun seluruh lahan untuk pembangunan salah satu depo MRT Jakarta, khususnya jalur timur-barat koridor Kalideres- Ujung Menteng, termasuk pengembangan kawasan TOD di sejumlah area dan lahan yang berada di kawasan industri Pulo Gadung.

Baca juga: Persiapan konstruksi Stasiun Glodok-Kota, MRT lakukan rekayasa lalin

"Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi terintegrasi di kawasan industri Pulo Gadung," kata William.

Sementara itu, Landi R. Mangaweang menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini sejalan dengan rencana rencana induk pembangunan kawasan industri Pulo Gadung.

Menurut Landi, sebuah moda transportasi terintegrasi akan mempermudah aksestabilitas bagi para pekerja, tenant dan investor untuk menuju Kawasan Industri Pulogadung.

Baca juga: LRT beri peluang bagi UMKM bertahan di tengah pandemi

"Hal inilah yang nantinya akan dikembangkan bersama baik oleh PT JIEP dan PT MRT Jakarta. Semoga kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik," kata Landi.

Landi berharap kerja sama ini akan mengoptimalkan kontribusi pengembangan ekonomi kawasan industri Pulo Gadung dan memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat.

Dalam perencanaan pengembangan jalur MRT Jakarta koridor timur-barat, pembangunan jalur sepanjang 31 km akan dibagi menjadi dua segmen, yakni segmen 1 sepanjang 20 km dan segmen 2 sepanjang 11 km yang menghubungkan Kalideres dan Ujung Menteng.
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021