Pernyataan efektif OJK keluar, Global Solusi tawarkan saham perdana

Pernyataan efektif OJK keluar, Global Solusi tawarkan saham perdana

Jajaran direksi PT Global Sukses Solusi Tbk. (ANTARA/Citro Atmoko)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi informasi (IT) PT Global Sukses Solusi Tbk hari ini hingga 6 September 2021 mulai melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengeluarkan pernyataan efektif.

Direktur Utama PT Global Sukses Solusi Tbk Sony Rachmadi Purnomo menyambut baik keluarnya ijin efektif dari OJK tersebut. Menurut Sony, dengan menjadi perusahaan publik pada tahun ini akan menjadi tonggak pencapaian tersendiri bagi perseroan.

"Sebentar lagi kami akan menjadi perusahaan terbuka, sehingga kami harus bekerja lebih keras lagi untuk menghasilkan kinerja yang terus bertumbuh dan berkelanjutan demi kepentingan pemegang saham dan stake holders," ujar Sony dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Perseroan akan menjual sebanyak-banyaknya 196,8 juta saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp4 setiap saham.

Jumlah saham tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 20,01 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Harga saham yang ditawarkan kepada masyarakat sebesar Rp230 hingga Rp254 per saham. Dengan demikian, perseroan akan meraih total dana dari IPO sebesar Rp49,987 miliar.

Selanjutnya, perseroan akan melakukan penjatahan pada 6 September 2021, dan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 7 September kemudian tercatat atau listing di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 September 2021.

Sony mengatakan, sebagai perusahaan dalam industri yang sedang berkembang, PT Global Sukses Solusi Tbk membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit jumlahnya untuk mengembangkan usahanya.

"Pasar modal adalah lembaga finansial yang tepat dalam mewadahi perusahaan perusahaan startup dalam mencari pendanaan, dengan biaya yang jauh lebih murah daripada pinjaman bank," ujar Sony.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham sekitar 74 persen akan digunakan sebagai modal kerja yaitu untuk pembiayaan proyek baru, biaya overhead dan operasional. Sedangkan sekitar 11 persen akan digunakan untuk market acquisition and expansion.

Sementara itu, sekitar 10 persen akan digunakan untuk riset dan pengembangan dan 5 persen akan digunakan untuk belanja modal perseroan yang meliputi alat kerja dan prasarana diantaranya adalah komputer, server, router server, switchhub manageable, server rak 20U, firewall Fortinet, dan kendaraan operasional.

Baca juga: Global Sukses Solusi bidik dana Rp49,98 miliar dari IPO
Baca juga: OJK: IPO unicorn bakal gairahkan perdagangan saham domestik
Baca juga: OJK: Pasar modal himpun dana Rp136,9 triliun, tumbuh 199 persen

 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021