Pemerintah dorong pembentukan satgas institusi awasi prokes di publik

Pemerintah dorong pembentukan satgas institusi awasi prokes di publik

Ilustrasi - Tim Pendamping Satgas COVID-19 Pusat melakukan peninjauan penanganan COVID-19 di Pasar Sleman Unit I. ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mendorong dibentuknya Satgas Institusi untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di berbagai lokasi publik.

"Karena kan tidak mungkin (mengandalkan) Satgas Daerah karena jumlahnya terbatas, tidak mungkin (Satgas Daerah) masuk ke semua institusi, institusi pasar, mal, pabrik, kantor," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Sonny Harry B. Harmadi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Sonny, pembentukan Satgas Institusi bertujuan agar masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan. "Tujuannya agar institusi memfasilitasi prokes misalnya dengan menyediakan tempat cuci tangan, masker cadangan, tanda jaga jarak dan mereka (Satgas Institusi) melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan prokes di institusi masing-masing," katanya.

Salah satu tempat yang menjadi perhatian adalah pasar yang masih relatif lemah dalam penerapan protokol kesehatan.

"Harus ada Satgas Pasar yang mengingatkan, mengawasi bahwa kalau mau masuk pasar ada syaratnya," katanya.

Baca juga: Figur Publik: Prokes sudah menjadi gaya hidup selama pandemi
Baca juga: Satgas Protokol Kesehatan dibentuk seiring pembukaan fasilitas publik


Menurut dia, pemerintah saat ini terus mengedukasi protokol kesehatan kepada masyarakat secara masif, baik melalui iklan layanan masyarakat di televisi, radio dan media-media lain.

Pemerintah juga melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat dengan menggerakkan para Duta Perubahan Perilaku.

"Mereka (Duta Perubahan Perilaku) mengedukasi door to door, menemui warga secara langsung di jalan, di rumah-rumah," katanya.

Baca juga: DPR sesalkan figur publik langgar prokes usai divaksin COVID-19
Baca juga: 250 personel Satpol PP intensifkan patroli prokes di area publik


Sementara untuk menegakkan aturan pada berbagai aktivitas publik, pemerintah mendorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk meminimalisir terjadinya risiko penularan.

Secara umum pihaknya mengapresiasi masyarakat yang sudah dapat menerapkan protokol kesehatan dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Penerapan protokol kesehatan secara individu sudah jauh lebih baik. Sekarang orang-orang pengetahuannya sudah lebih banyak, tahu cara memilih masker, cara memakai masker, bagaimana memperlakukan masker, orang cenderung bawa masker double saat keluar rumah," katanya.

Baca juga: Kapolri ingatkan komunitas pasar patuhi prokes agar level PPKM turun
Baca juga: Pasar tradisional di DKI Jakarta kembali buka dengan prokes ketat
Baca juga: Kemendag: Tak harus syarat vaksin ke pasar rakyat, cukup prokes ketat
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021