Kodim 0730 gelar Gerakan Serbuan Vaksinasi 100 ribu dosis

Kodim 0730 gelar Gerakan Serbuan Vaksinasi 100 ribu dosis

Ilustrasi - Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Komando Distrik Militer 0730/Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan "Gerakan Serbuan Vaksinasi COVID-19" sebanyak 100 ribu dosis jenis Sinovac dari Panglima TNI dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi di wilayah itu.

"Gerakan Serbuan Vaksinasi COVID-19 dengan 100 ribu dosis ini kami lakukan dalam dua pekan ke depan, yang dimulai dari Sabtu (4/9)," kata Dandim 0730/Gunung Kidul Letkol Kav. Anton Wahyudo di Gunung Kidul, Senin.

Ia mengatakan pelaksanaan atau pelayanan vaksinasi diberikan selama 24 jam penuh ini. Langkah disebut pertama kalinya di Indonesia. Untuk pelaksanaan ini, Kodim 0731/Gunung Kidul mendapat dukungan dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Polres hingga Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul.

"Gerakan vaksinasi COVID-19 24 jam digagas untuk memfasilitasi kaum pekerja di Gunung Kidul. Seperti diketahui, pelaksanaan vaksinasi reguler dilakukan bersamaan dengan jam kerja mereka. Jadi kami lakukan seperti ini supaya mereka bisa datang mendapatkan vaksin di sore atau malam hari," katanya.

Baca juga: Pemkab Gunung Kidul mulai kekurangan SDM dalam penanganan COVID-19

Baca juga: Pemkab Gunung Kidul terima 7.115 dosis vaksin COVID-19 gelombang kedua


Anton mengatakan vaksinasi dibagi dalam tiga waktu. Selain mengerahkan anggota TNI, pihaknya juga mendapat dukungan tenaga dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunung Kidul. Agar berjalan efektif, Serbuan Vaksinasi tak hanya terkonsentrasi di Tirto Bhakti Utomo. Setidaknya ada empat titik lokasi vaksinasi lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Gunung Kidul.

"Ini kami lakukan supaya vaksinasi berjalan efektif dan efisien, terutama mengingat kondisi geografis Gunung Kidul yang tersebar terutama pada wilayah-wilayah pedesaan," kata Anton.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Kidul Drajad Ruswandono mengatakan percepatan vaksinasi jadi salah satu upaya agar status PPKM bisa turun level. Adapun pihaknya menargetkan 70 persen warga sudah tervaksinasi di Oktober mendatang.

"Saat ini percepatan vaksinasi COVID-19 jadi prioritas kami," kata Drajad.*

Baca juga: Pemkab Gunung Kidul telah siapkan petugas pemberi vaksin COVID-19

Baca juga: Gunung Kidul lanjutkan pemberian vaksin hewan ternak cegah antraks 

 

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m 
#vaksinmelindungikitasemua 
 

Pewarta : Sutarmi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021