Pusat perbelanjaan diminta sediakan tempat vaksin anak

Pusat perbelanjaan diminta sediakan tempat vaksin anak

Ilustrasi - Vaksinasi anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.

Jakarta (ANTARA) - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menyampaikan bahwa permintaan pelaku usaha untuk membolehkan anak di bawah 12 tahun masuk pusat perbelanjaan bisa diakomodasi asalkan ikut berpartisipasi menyediakan tempat vaksin bagi anak.

"Jika vaksin untuk anak usia di bawah 12 sudah tersedia, pihak mal bisa berpartisipasi untuk menyediakan tempat vaksinasi gratis bagi anak-anak," kata Rusli dihubungi di Jakarta, Kamis.

Rusli menyatakan permintaan pengusaha pusat perbelanjaan tersebut perlu ditolak, kecuali anak di bawah 12 tahun sudah mendapatkan vaksin.

"Masalahnya hingga sekarang belum ada vaksinasi masif untuk anak usia di bawah 12 tahun," ujar Rusli.

Ia menambahkan ketiadaan vaksin bagi anak usia di bawah 12 tahun menyebabkan kerentanan bagi anak itu sendiri ketika berada di luar rumah.

"Alhasil, peningkatan kasus COVID-19 pada anak bisa saja terjadi," tukasnya.

Terkait menggeliatkan kembali pusat perbelanjaan saat ini, Rusli mengatakan partisipasi dalam penyediaan vaksin juga merupakan salah satu cara yang bisa ditempuh.

"Salah satu cara menggeliatkan pusat perbelanjaan atau mal adalah dengan menjadikannya tempat vaksinasi," pungkas Rusli.

Baca juga: Perhatikan protokol kesehatan baru sebelum masuk mal
Baca juga: Mal Artha Gading targetkan 1.000 orang terima vaksin Pfizer

Baca juga: Anak sekolah DKI ditargetkan selesai vaksin pada Agustus

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021