Pemprov DKI percepat penyediaan dosis vaksin di Ibu Kota

Pemprov DKI percepat penyediaan dosis vaksin di Ibu Kota

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan keterangannya di SMK Negeri 29 Penerbangan Jakarta, Sabtu (11/9/2021). ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta Selatan

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah DKI Jakarta meningkatkan kecepatan dan memperbanyak penyediaan dosis vaksin untuk proses vaksinasi masyarakat di Ibu Kota.

"Nanti kami akan siapkan ya, sesungguhnya vaksin ini siap nanti kita akan koordinasikan supaya kecepatan penyediaan vaksin ini lebih cepat daripada kebutuhan di lapangan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di SMK N 29 Penerbangan Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Hampir 70 persen warga DKI telah divaksin dua dosis

Penyediaan dosis vaksin ini akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan Badan Usaha Milik Negara (BMUN) sebagai penyedia vaksin dan lembaga terkait lainnya agar tidak terjadi keterlambatan di sentra vaksinasi yang menjadi kendala untuk mempercepat penyuntikan vaksin.

“Nanti kita akan tingkatkan dan nanti kami akan sampaikan kepada Kementerian Kesehatan, BUMN dan sebagainya,” kata pria yang kerap disapa Ariza itu.

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI mengungkapkan hingga saat ini jumlah warga yang telah divaksin dosis satu di Ibu Kota telah mencapai 10.042.708 jiwa atau melebihi target dari pemerintah. Sementara untuk dosis kedua mencapai 6.721.632 jiwa.

“Target kita sebelumnya 8.815.000, dan kita sudah tingkatkan menjadi 11.426.456. Inysah Allah dalam beberapa pekan ke depan kami akan memenuhi target dan kami minta warga Jakarta segera datangi di sentra sentra vaksin,” kata Riza.

Peningkatan vaksinasi itu juga diiringi dengan semakin meningkatnya angka kesembuhan pasien COVID sebesar 97.9 persen.

Baca juga: 8,5 juta warga DKI telah terima vaksin dosis pertama

Tidak hanya itu, rasio keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) juga kembali turun menjadi 13 persen atau 849 dari 6.778 tempat tidur yang tersedia. Kendati demikian, Ariza menuturkan bahwa semua fasilitas kesehatan tetap disiagakan bila terjadi lonjakan kasus positif.

“Kita minta masyarakat harus hati-hati, kita belajar dari tahun lalu dan banyak dengan negara yang sudah turun tapi karena tidak displin, abai kemudian naik kembali,” tutur Riza.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Didiet Soetioboedi mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sedikit keterlambatan dosis vaksin di lapangan.

“Stok vaksin kita sekarang ini sudah agak terlambat datang terus, jadi kecepatan dari bekerja teman-teman kita di lapangan itu jauh lebih cepat daripada kedatangan vaksinnya itu dan ini yang kami harapkan Pak Wagub meminta kepada Bio Farma atau Kemenkes supaya kita bisa lebih semangat lagi,” ujar Didiet.

Baca juga: 80 persen warga di DKI Jakarta telah terima vaksin dosis pertama

Pewarta : Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021