Ketua DPD apresiasi pengendalian COVID-19 di Jatim

Ketua DPD apresiasi pengendalian COVID-19 di Jatim

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/HO-Tim DPD RI

Surabaya (ANTARA) - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengapresiasi penanganan dan pengendalian COVID-19 di Jawa Timur karena menunjukkan hasil signifikan dalam angka penurunan kasus.

"Upaya menurunkan dan mengendalikan mobilitas masyarakat dari penularan COVID-19 berhasil berkat kerja bersama semua pihak," ujarnya di Surabaya, Sabtu.

Salah satu indikator penurunan kasus di Jatim yakni berdasarkan hasil asesmen Kementerian Kesehatan RI per hari ini, yang mana terdapat tiga daerah berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berada di level 1. Ketiganya adalah Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Pasuruan.

Menurut dia, keberhasilan yang diraih Kabupaten Lamongan, Tuban dan Pasuruan adalah berkat kerja sama bersama antara antara Pemkab, TNI, Polri, Forkopimda dan seluruh jajaran masyarakat.

Kendati demikian, senator asal Jawa Timur itu mengingatkan agar semua pihak menahan diri untuk tidak terburu-buru melakukan euforia.

Baca juga: Ketua DPD RI minta pemerintah waspadai varian Mu

Baca juga: LaNyalla dukung Jatim juara umum PON XX


Pada saat sama, LaNyalla mengingatkan agar kewaspadaan terus ditingkatkan, karena serangan wabah bisa terjadi tanpa diduga-duga.

"Apalagi kini sudah muncul varian baru MU COVID-19. Jadi, masyarakat harus tetap waspada dan terapkan protokol kesehatan yang ketat serta mengikuti program vaksinasi," ucap mantan Ketua Kadin Jatim tersebut.

Meski semua daerah telah mengalamI penurunan level PPKM, LaNyalla menilai Pemprov Jatim masih harus bekerja keras menurunkan semua level hingga betul-betul masuk pada zona hijau atau bebas COVID-19.

"Melalui kerja sama dan kedisiplinan semua unsur masyarakat kita optimistis akan mampu mengalahkan serangan wabah ini dan kembali hidup normal. Jangan sampai lengah dan terlalu longgar," kata LaNyalla.

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021