Biden peringati 9/11, kunjungi tiga lokasi serangan sekaligus

Biden peringati 9/11, kunjungi tiga lokasi serangan sekaligus

Presiden AS Joe Biden di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Dover, Delaware, Amerika Serikat, Minggu (29/8/2021), menghadiri upacara penghormatan bagi jenazah anggota militer AS yang tewas akibat serangan bom bunuh diri di Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan. ANTARA FOTO/REUTERS/ Tom Brenner/rwa.

New York (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan memperingati 20 tahun serangan 11 September (9/11) di AS pada Sabtu dengan mengunjungi masing-masing lokasi pesawat yang dibajak jatuh pada 2001 untuk menghormati para korban serangan mengerikan itu.

Presiden-presiden AS sebelumnya sering berkunjung ke salah satu dari tiga lokasi serangan dalam peringatan 9/11.

Berkunjung ke tiga lokasi sekaligus pada hari yang sama bukan kegiatan yang biasa dilakukan presiden.  

“Presiden merasa penting untuk mengunjungi masing-masing dari tiga lokasi untuk memperingati hilangnya nyawa, pengorbanan yang dilakukan pada hari itu telah berdampak pada jutaan orang di seluruh negeri selain tentunya orang-orang di komunitas mereka,” kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, Jumat.

Biden merasa nyaman dalam peran sebagai kepala yang bantu menghibur setelah menderita kehilangan keluarga yang tragis.

“Tidak peduli berapa lama waktu yang berlalu dan peringatan ini membawa kembali segalanya kembali secara menyakitkan, seolah-olah Anda baru mendapat kabar beberapa detik yang lalu. Dan juga hari ini, Jill dan saya mendekap erat Anda sekalian di hati kami, cinta kami untuk Anda,” ia mengatakan dalam komentar video, merujuk pada istrinya, Jill Biden. 

Baca juga: Biden akan kunjungi tiga lokasi serangan 11 September

Biden akan memulai hari di New York. Di sana, ia akan menghadiri upacara pada pukul 08.30 waktu setempat di lokasi menara kembar World Trade Center pernah berdiri sebelum pesawat menghantam dua bangunan dan menyebabkannya runtuh.

Ia kemudian akan bertolak ke Shanksville, Pennsylvania, tempat United Flight 93 jatuh ke ladang setelah sejumlah penumpang melawan para pembajak dan mencegah pesawat menghantam target lainnya.

Setelah itu, Biden akan kembali ke wilayah Washington untuk mengunjungi markas besar Departemen Pertahanan AS, Pentagon, simbol militer AS yang diserang pesawat lain --yang hari itu digunakan sebagai rudal.

Hari peringatan itu tiba tak lama setelah AS mengakhiri perang di Afghanistan, yang dipimpinnya dan diluncurkan 20 tahun lalu untuk mencabut akar kelompok pelaku serangan 11 September, Al Qaida. 
 
Penarikan tentara AS oleh Biden dilakukan pada Agustus, beberapa bulan setelah tenggat  yang diberikan oleh presiden pendahulunya dari Partai Republik, Donald Trump.

Penarikan tersebut, serta kejatuhan kekuasaan Afghanistan dengan cepat ke tangan Taliban, telah menuai kritik dari sejumlah anggota kedua partai politik.

Baca juga: Semua tentara AS telah ditarik dari Afghanistan

Biden tidak dijadwalkan untuk memberikan pernyataan di lokasi mana pun, tetapi ia merilis sebuah video pada Jumat untuk mengungkapkan belasungkawa kepada orang-orang terkasih para korban serangan 11 September. 

Ia juga menyoroti persatuan nasional yang muncul, setidaknya di awal, setelah peristiwa 9/11.

“Ini sulit sekali. Apakah itu tahun pertama atau ke-20, anak-anak tumbuh tanpa orang tua dan orang tua menderita tanpa anak," kata Biden.

Presiden AS mencatat kepahlawanan yang terlihat pada hari-hari setelah serangan.

“Kita juga melihat sesuatu yang terlalu langka: rasa persatuan nasional yang sebenarnya,” kata Biden.

Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, berjanji untuk membangun persatuan seperti itu setelah ia menjabat awal tahun ini. Tetapi, AS saat ini terpecah secara politik.

Pada Agustus, banyak keluarga korban 9/11 meminta Biden untuk tidak melakukan acara-acara peringatan 20 tahun kecuali ia mencabut status kerahasiaan sejumlah dokumen, yang mereka anggap akan menunjukkan bahwa para pemimpin Arab Saudi mendukung serangan tersebut. 

Pekan lalu, Biden memerintahkan Departemen Kehakiman agar menelaah dokumen-dokumen FBI --menyangkut serangan 9/11-- untuk kemungkinan dicabut status kerahasiaannya dan kemudian diterbitkan. 

Sumber: Reuters

Baca juga: Keluarga korban 9/11 desak penyelidikan bukti FBI yang "hilang"

 
Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021