Dedik Setiawan sebut kekuatan Bhayangkara FC berbeda

Dedik Setiawan sebut kekuatan Bhayangkara FC berbeda

Arsip foto - Pemain Arema FC Dedik Setiawan (berkostum biru) dihadang sejumlah pemain Arema FC U-20, pada sesi latihan di Stadion Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/3/2021). ANTARA/HO-Arema FC/VFT/aa.

Jakarta (ANTARA) - Striker Arema FC Dedik Setiawan menyebut Bhayangkara FC yang bakal menjadi lawannya pada laga kedua kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2021/2022 berbeda dibandingkan dengan musim sebelumnya terutama dari performa tim.

"Bhayangkara FC tahun ini berbeda, kualitas bermain sangat merata tahun ini," kata Dedik, saat konferensi pers jelang laga, Sabtu.

Arema FC dijadwalkan bertemu dengan Bhayangkara FC pada laga pekan kedua Liga 1 2021 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (12/9) besok.

Meski mengakui performa apik The Guardians, pemain asli Malang itu tetap optimistis bisa memaksimalkan permainan pada laga besok.

"Kita akan maksimalkan pertandingan vesok meraih tiga poin," kata penyerang kelahiran 27 Juni 1994 tersebut.

Baca juga: Diego Michiels siap dimainkan di Liga 1 usai vaksinasi dosis kedua
Baca juga: Paul Munster akui sulit analisis kekuatan Arema FC


Dedik pun tak sesumbar untuk pertandingan kontra Bhayangkara FC meski sebagai pemain Arema yang paling kerap membobol gawang lawan di laga yang dimainkan.

Bagi Dedik, sebagai striker memang sudah tugasnya mencetak gol, tetapi kondisi di lapangan seringkali berbeda dengan catatan statistik.

"Itu kan secara statistik. Di lapangan kan berbeda. Jadi, pelatih lah yang tahu taktik dan strategi untuk pertandingan besok," pungkasnya.

Sementara itu, Pelatih Arema FC Eduardo Almeida menyampaikan optimismenya menghadapi skuad asuhan Paul Munster di laga pekan kedua Liga 1 2021.

Eduardo juga menekankan kepada pemainnya agar bermain lebih baik dari pekan kemarin dan optimistis bisa meraih tiga poin dari pertandingan kontra Bhayangkara.

Pelatih asal Portugal itu juga telah mengevaluasi pertandingan perdana untuk bisa meraih poin maksimal di pertandingan kedua dan seterusnya.

Sebagaimana diketahui, Arema FC pada laga perdana melawan PSM Makassar, Minggu (5/9) lalu, harus kehilangan satu pemainnya pada menit ketiga.

Gelandang Arema FC Jayus Hariono mendapatkan kartu merah dan diusir wasit ketika pertandingan baru berjalan tiga menit karena melakukan pelanggaran terhadap gelandang PSM Makassar Sutanto Tan.

Hal itu membuat tim berjuluk Singo Edan tersebut hanya bermain dengan 10 pemain dari awal hingga akhir laga dengan skor imbang 1-1.

Baca juga: 10 pemain Arema tahan imbang PSM 1-1
Baca juga: Juragan 99 makin optimistis Arema juarai Liga 1 2021
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021