Pelaku UMKM di Aceh diminta manfaatkan program digitalisasi

Pelaku UMKM di Aceh diminta manfaatkan program digitalisasi

Arsip foto - Owner Mr Phep Munawar memperlihatkan produk olahan perikanan keumamah yang telah menjajal pasar digital pada pameran Gernas BBI Ragam Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (8/9/2021). ANTARA/Khalis.

Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UKM Aceh meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi ujung barat Indonesia itu untuk memanfaatkan program digitalisasi, guna memperluas jaringan pemasaran produknya.

"Artinya kita dinas terus mendorong, terus sampaikan kelebihan-kelebihan pemasaran secara digital itu," kata Kabid Usaha Mikro dan Kecil Dinas Koperasi dan UKM Aceh Surya di Banda Aceh, Senin.

Hingga kini,  tercatat jumlah UMKM di daerah Tanah Rencong itu sebanyak 212.676 unit. Di antaranya usaha menengah sebanyak 2.723 unit, usaha kecil 40.780 unit dan usaha mikro sebanyak 169.173 unit.

"Sejak saya di bidang ini pada November 2020 lalu, kita ada buat beberapa kali pelatihan digitalisasi. Cuma ini tergantung kepada UKM, apakah mereka ingin meninggalkan pola tradisional yang tidak menggunakan digital ataupun beralih ke pola digital," katanya.

Apalagi, di tengah kondisi pandemi COVID-19, dimana pola digitalisasi membawa kemudahan dalam memasarkan produk, saat konsumen enggan bertatap muka guna mencegah penyebaran virus corona.

"Dengan pelatihan digital yang telah kita buat bagi para UKM ini maka secara tidak langsung mereka sudah mulai berjualan secara digital, ada yang melalui Shopee, lazada, bukalapak dan lain sebagainya," kata Surya.

Pemerintah mengajak seluruh UMKM di Aceh untuk memanfaatkan momentum kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Ragam Aceh, yang salah satu tujuannya untuk percepatan onboarding UMKM ke pasar digital.

"Kita hanya bisa mengimbau, tidak bisa memaksa namun dilakukan melalui pelatihan, masukan, memberi pemahaman. Yang butuh  pelatihan digital, diarahkan bagaimana input data-data produk mereka melalui pasar online, boleh datang ke kita," katanya.

Apalagi, pihaknya juga memiliki Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), yang memiliki tenaga konsultan lengkap, untuk membimbing setiap UKM, baik bidang pemasaran, pengemasan, dan lainnya.

"Jadi mereka ini membina langsung UKM, bisa secara tatap muka, bisa by phone, atau pun zoom (daring)," katanya.
Baca juga: Gernas BBI, momentum UMKM Aceh untuk "go digital"
Baca juga: Gernas BBI, 32 juta UMKM ditargetkan masuk pasar digital pada 2024

 
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021