Jakarta (ANTARA News) - Polair Polda Metrojaya, melakukan penyisiran terhadap korban kapal yang diterjang ombak di perairan Teluk Jakarta.

Direktur Polair Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edion, saat ditemui di Pondok Dayung, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Kamis mengatakan ombak setinggi 3 meter menghancurkan kapal.

"Penyebabnya cuaca buruk, membuat kapal tug boat terbalik di perairan Marunda," kata Edion.

Dalam peristiwa tersebut, Polair Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan tiga kru kapal.

Menurut Edion, dua kru kapal diketahui tewas.

"Selamatnya dua kru, setelah dilakukan penyisiran," ujar Edion. Dia mengatakan Edion, dua kru kapal yang tewas adalah Hendi dan Riyanto Manahan juru mudi kapal.

Petugas Polair yang berhasil menyelamatkan korban, mengevakuasi ke Polair Mabes Polri yang berada di jalan RE Martadinata.

Edion menjelaskan kapal tugboat tersebut sebelum kejadian mengangkut awak kapal dari dalam perjalanan dari pelabuhan Tanjungpriok.

"Kapal tug boat saat itu sedang lego jangkar di tengah laut," kata Edion.

Saat itu sedang dilakukan perbaikan kapal yang dilakukan ditengah laut. Keberadaan kapal tersebut, sedang mengangkut penumpang dari kapal yang sedang lego jangkar ditengah laut.

Sementara itu, berdasarkan catatan Polair Polda Metro Jaya, akibat cuaca buruk sudah tiga kali terjadi kasus tenggelamnya kapal akibat diterjang ombak yang ketinggiannya mencapai 15 meter.

Korban yang selamat, saat Otong Andi Suhandi, Abdul Ajis dan Amran saat ini sudah dibawa ke RSCM.
(ANT-008/A033/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010