Murid SD di Singapura belajar dari rumah akibat lonjakan COVID-19

Murid SD di Singapura belajar dari rumah akibat lonjakan COVID-19

Masyarakt menyebrang jalan, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Singapura, Jumat (14/5/2021). REUTERS/Caroline Chia/hp/cfo .

Singapura (ANTARA) - Sekolah dasar di Singapura akan memberlakukan aturan belajar dari rumah selama 10 hari menjelang ujian nasional, kata Kementerian Pendidikan, Sabtu.

Pernyataan tersebut menyusul laporan perkembangan COVID-19 di negara tersebut yang mencapai 935 kasus per Jumat (17/9) atau rekor tertinggi sejak April tahun lalu.

Siswa kelas 1 hingga 5 SD akan beralih ke pembelajaran dari rumah dari 27 September hingga 6 Oktober 2021.

Siswa kelas 6 SD akan diliburkan selama beberapa hari dari 25 September sebelum mengikuti ujian nasional guna meminimalisasi risiko penularan dari pemelajaran di sekolah dan menekan angka siswa yang yang harus menjalani karantina.

“Menjelang ujian tertulis PSLE (ujian kelulusan SD), kami akan mengambil sejumlah langkah untuk melindungi para siswa yang secara medis belum diperbolehkan melakukan vaksinasi dan membuat para orang tua lebih tenang,” kata Menteri Pendidikan Chan Chun Sing.

Lonjakan kasus baru-baru ini setelah sejumlah pembatasan COVID-19 dilonggarkan telah mendorong Singapura untuk menunda pembukaan kembali kegiatan lebih lanjut.

Lebih dari 80 persen penduduk negara itu telah divaksin COVID-19.

Singapura tengah mempertimbangkan vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun awal 2022.

Sumber: Reuters

Baca juga: Infeksi meningkat, Singapura tetap mencoba hidup dengan COVID-19

Baca juga: Kasus corona terus naik, Singapura pun tutup sekolah dan tempat kerja

 

Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021