BI: 10,4 juta "merchant" gunakan QRIS hingga pertengahan September

BI: 10,4 juta

PPembeli membayar dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di warung KE Angkringan, Ampera, Jakarta, Jumat (30/7/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan sebanyak 10,4 juta merchant sudah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga pertengahan September 2021.

"Angka tersebut tumbuh 120,22 persen dibandingkan pertengahan September 2020 (year-on-year/yoy)," kata Perry dalam konferensi pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 secara daring di Jakarta, Selasa.

Maka dari itu, ia akan terus mendorong akselerasi perluasan merchant QRIS, khususnya di pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah.

Hal tersebut merupakan salah satu langkah meningkatkan integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital, sekaligus mendukung protokol kesehatan.

Perry menuturkan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2021 memang terus meningkat, sejalan dengan akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital, dan akselerasi digital banking.

"BI terus memperkuat integrasi ekosistem ekonomi keuangan digital (EKD) melalui penguatan kebijakan sistem pembayaran," ucap dia.

Selain itu, ia menegaskan pihaknya terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan otoritas terkait dalam mengakselerasi transaksi keuangan dan ekonomi digital.

Baca juga: Sebanyak 1,4 juta toko di Jakarta telah manfaatkan QRIS
Baca juga: BI dorong keuangan digital jadi pilar transformasi perekonomian
Baca juga: BI sebut pengguna QRIS dekati 9 juta, pengguna didominasi UMKM
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021