Pemkot Kediri nilai JAPRI-WEE mampu tingkatkan keterampilan berbisnis

Pemkot Kediri nilai JAPRI-WEE mampu tingkatkan keterampilan berbisnis

Pelatihan bagi fasilitator dalam program JAPRI-WEE di Kota Kediri, Jawa Timur, yang bekerja sama dengan USAID. ANTARA Jatim/ HO-Kominfo Kota Kediri

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendukung penuh program Jadi Pengusaha Mandiri - Women Economic Empowerment (JAPRI-WEE) yang bekerja sama dengan USAID, sebab mampu meningkatkan sumber daya manusia, sehingga keterampilan dalam bisnis pun meningkat.

"Kami mendukung penuh segala bentuk upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia karena hal tersebut merupakan misi yang kami emban dalam RPJMD 2020-2024," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi di Kediri, Selasa.

Chevy menyebutkan bahwa dengan program ini merupakan suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan USAID dan Mien R. Uno Foundation untuk mewujudkan misi terpuji ini bersama-sama.

Mien R. Uno Foundation merupakan pihak pelaksana dari USAID yang dipercaya untuk menjalankan program JAPRI-WEE di Kota Kediri.

"Program seperti ini menjadi sangat relevan dan urgent di masa pandemi seperti sekarang, dimana salah satu fokus Pemerintah Kota Kediri adalah memulihkan kondisi ekonomi yang terdampak signifikan. Terlihat dari indikator meningkatnya angka pengangguran dan naiknya jumlah penduduk miskin di Kota Kediri. Kita harus segera recovery dan salah satunya dengan memfasilitasi warga kota untuk berwirausaha sehingga mampu mengembalikan produktifitas dan daya beli masyarakat," ujar Chevy.

Dari data Barenlitbang Kota Kediri, jumlah Total Populasi Warga Kediri pada 2020 adalah 286.796 jiwa dan separuhnya atau sekitar 50,13 persen adalah perempuan. Untuk perempuan menjadi target program ini untuk diberdayakan.

"Kisaran usia yang masuk dalam target peserta pelatihan JAPRI WEE ini (perempuan usia 18-29 tahun) jumlahnya kurang lebih 22.000 orang, mereka ini masuk usia produktif dan sedang semangat-semangatnya mencari penghasilan," katanya.

Saat ini, masih proses pendaftaran peserta JAPRI-WEE di Kota Kediri. Selain itu, sejumlah fasilitator JAPRI-WEE yang terdiri dari wirausahawan binaan Pemerintah Kota Kediri juga mendapatkan arahan sebelum terjun ke lapangan sebagai fasilitator peserta JAPRI-WEE 2021. Ada belasan orang yang ikut dalam kegiatan tersebut di kantor Barenlitbang Kota Kediri

Program JAPRI-WEE tersebut fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kewirausahaan. Kegiatan tersebut meliputi One Day Business Training (ODBT), mentoring business, seed funding, serta pelatihan gender kepada peserta laki-laki di lingkungan terdekat perempuan untuk lebih mendukung keberlanjutan usahanya.

Project Program Officer Mien R. Uno foundation, Ali Akbar mengatakan pelatihan pada fasilitator dilakukan fokus pada dasar-dasar utama dalam berwirausaha.

"Mereka nanti diharapkan dapat menyampaikan materi-materi yang ada di modul daring dan video-video materi yang sudah disiapkan seputar tentang mulai bagaimana cara memunculkan ide usaha, mengelola usaha, termasuk bagaimana cara memasarkannya, sudah kita susun semua dalam materi pembelajaran yang nantinya disampaikan oleh para fasilitator," kata Ali.

Ali optimistis dengan program ini di Kota Kediri. Kondisi geografis dan demografis Kota Kediri dinilainya sangat potensial di bidang perekonomian dan industri kreatif.

"Kota Kediri ini kan termasuk kota yang maju di Jawa Timur. Di samping itu saya optimistis program ini dapat berjalan maksimal mengingat para fasilitator juga telah memiliki background sebagai wirausahawan yang sustain," kata Ali.

Baca juga: Perempuan Kota Kediri dapat program pemberdayaan USAID JAPRI WEE

Baca juga: Sekolah Perempuan dibuka di Kota Kediri-Jatim

 
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021