PHI: Industri migas berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan

PHI: Industri migas berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan

Fasilitas migas yang dioperasikan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di lepas pantai Kalimantan Timur. ANTARA/HO-PHI

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim mengatakan industri migas termasuk PHI berperan penting dalam menghasilkan minyak bumi dan gas yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan.

Chalid mengatakan pada 2020, Subholding Upstream Regional Kalimantan Pertamina ini memproduksi rata-rata 51,7 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 727,5 juta meter standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

"Capaian tahun 2020 ini setara dengan 13 persen dari produksi minyak Pertamina dan 28 persen dari produksi gas Pertamina," katanya dalam webinar di Jakarta, Rabu, tentang strategi dan upaya industri hulu migas dalam membangun kemandirian masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Selain memproduksi migas bagi negara, lanjut Chalid, PHI juga konsisten melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Berbagai program TJSL ini, menurut dia, harus memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, lingkungan dan hukum serta menjadi bagian dari pendekatan bisnis perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Program TJLS PHI terdiri dari lima pilar yang merupakan satu kesatuan dan berkesinambungan, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi dan infrastruktur, lingkungan, dan tanggap bencana," katanya.

Chalid menunjukkan berbagai capaian dan penghargaan oleh PHI dan unit-unit usahanya pada 2020 dan 2021 karena program-program unggulan selama ini. Misalnya, pada 2020, PHI meraih lima penghargaan Indonesia CSR Award 2020.

Sementara penghargaan terkini adalah Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 yang diberikan pada 19 September 2021 kepada PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Dalam bidang lingkungan, pada 2020, PHI mendapatkan penghargaan Proper Hijau untuk 10 lapangan migas yang dikelola perusahaan. Tahun ini, PHI menargetkan pencapaian 14 Proper Beyond Compliance dan dua Proper Biru.

Menurut Chalid, berbagai penghargaan tersebut sebagai bentuk perwujudan komitmen PHI dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup tanpa meninggalkan kepatuhan terhadap seluruh peraturan, standar, dan ketentuan stakeholder yang berlaku.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa PHI mengimplementasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan mengupayakan keseimbangan antara aspek manusia (people), lingkungan (environment), dan ekonomi," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi Azhari Idris mengungkapkan dukungan terhadap pelaku industri hulu migas dalam hal pengembangan masyarakat sekitar dan terus meningkatkan peran aktif masyarakat setempat melalui potensi lokal serta mengimplementasikan inovasi-inovasi program.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menjelaskan, tanggung jawab sosial adalah salah satu bentuk timbal balik perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Maka diharapkan agar tercapai ultimate goal, yaitu kemandirian masyarakat dari permasalahan yang dihadapi serta mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui inovasi sosial.

Diperkirakan untuk sepuluh tahun ke depan merupakan periode terpenting dalam hal mencegah bencana perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Sementara itu, Ketua Dewan Proper Sudharto P Hadi menambahkan proper bukan tujuan, melainkan wahana untuk mewujudkan keberlanjutan usaha.

"Bagaimana menyinergikan triple bottom line, bukan hanya mengejar profit, tapi juga peduli terhadap masyarakat sekitar, dan planet atau lingkungan di mana kita melakukan kegiatan," katanya.

Perusahaan juga diharapkan mengelola lingkungan karena kebutuhan, dan bukan karena takut terhadap sanksi.

"Namun, membangun sistem, mengintegrasikan triple bottom line dalam kebijakan strategi dan operasi bisnis, dan terinternalisasi pada perilaku seluruh anggota entitas bisnis pre emptive," kata Sudharto.

Baca juga: Produksi migas Pertamina Hulu Indonesia triwulan I-2021 lampaui target
Baca juga: Erick Thohir ungkap cara capai valuasi Pertamina 100 miliar dolar AS
Baca juga: Pertamina raih empat penghargaan terkait SDGs di ISDA 2021
Pewarta : Faisal Yunianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021