Satgas sebut Aceh terbebas dari zona merah penularan COVID-19

Satgas sebut Aceh terbebas dari zona merah penularan COVID-19

Ilustrasi - Petugas kesehatan Puskesmas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat berlangsung vaksinasi door to door di desa Lamneuhen, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (22/9/2021). Vaksinasi door to door yang mulai digelar di sejumlah desa di Aceh itu, merupakan realisasi dari arahan Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung di daerah itu pada 16 September 2021 dalam upaya memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat guna percepatan penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc/pri.

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh menyatakan daerah-daerah di provinsi paling barat Indonesia itu telah terbebas dari zona merah atau risiko tinggi penularan virus corona, namun warga tetap diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah, Aceh sudah bebas zona merah COVID-19. Peta zonasi risiko terbaru menunjukkan zona kuning mendominasi daerah Aceh pekan ini," kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Rabu.

Ia menjelaskan hasil analisis data periode 13-19 September 2021 oleh Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, menunjukkan bahwa ada 14 daerah yang berubah ke zonasi yang lebih baik.

Selain Banda Aceh yang kini menjadi zona oranye dari sebelumnya zona merah, juga terdapat Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Lhokseumawe, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Sabang, Aceh Barat, Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil, yang sudah berstatus zona kuning, dari sebelumnya zona oranye.

Sedangkan Aceh Tenggara dan Simeulue masih bertahan sebagai zona kuning atau zona risiko rendah peningkatan kasus COVID-19. Begitu juga dengan Pidie, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Aceh Selatan yang masih tetap sebagai zona oranye atau risiko sedang penularan.

Meski telah terbebas dari zona merah, dia tetap meminta semua elemen masyarakat seyogyanya proaktif mencegah peningkatan kasus baru, meningkatkan kesembuhan, dan menekan jumlah kasus meninggal dunia.

"Masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan ikut vaksinasi COVID-19 untuk mencegah kasus baru," kata Saifullah.

Selanjutnya, petugas kesehatan dengan partisipasi tokoh dan masyarakat melanjutkan testing dan tracing agresif untuk memutuskan transmisi virus corona. Sementara untuk risiko kematian dapat ditekan melalui pengobatan dini.

"Semakin cepat mendapat penanganan sesuai kebutuhan medis makin besar peluang sembuh dan memperkecil risiko meninggal dunia," katanya.

"Kita berharap kondisi pandemi Aceh akan terus membaik dengan peningkatan satus zonasi dari zona oranye menjadi zona kuning dan kemudian berubah menjadi zona hijau, yakni zona yang dianggap paling aman dari risiko peningkatan kasus COVID-19," demikian Saifullah Abdulgani.

Baca juga: Banda Aceh satu-satunya zona merah COVID-19 di Aceh

Baca juga: Zona merah, sekolah di Aceh Besar-Banda Aceh harus seluruhnya daring

Baca juga: Satgas: Aceh jadi zona merah akibat lonjakan COVID-19
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021