Kementerian diminta tindak lanjuti pertemuan Presiden dengan peternak

Kementerian diminta tindak lanjuti pertemuan Presiden dengan peternak

Rapat Koordinasi Peternak Mandiri Sejawa di Bogor Jawa Barat, Rabu (21/9/2021) (Antara/HO/PPUN)

Jakarta (ANTARA) - Kalangan peternak unggas meminta lembaga terkait yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Sosial untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para peternak mandiri di Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu.

Sekjen Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Kadma Widjaya menyatakan, pada 15 September 2021 sejumlah perwakilan peternak bertemu Presiden menyampaikan kondisi terkini yang dialami pelaku usaha peternakan unggas.

Pada pertemuan tersebut, lanjutnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, pihaknya menyampaikan sejumlah masalah yang terus-menerus dihadapi peternak, antara lain persaingan yang tidak sehat antara peternak unggas mandiri dan perusahaan konglomerasi, over supply ayam hidup yang menyebabkan harga jual selalu di bawah harga pokok produks, serta harga pakan dan Day Old Chick (DOC) yang tinggi.

“Kami sangat berharap ada progress dari pertemuan dengan Presiden kemarin. Namun setelah pertemuan di Istana Negara dan sampai hari ini kami belum bertemu dengan Kementan," ujarnya.

Baca juga: Pinsar harap kementerian kawal arahan Presiden turunkan harga jagung

Kadma menyatakan, pihaknya bersama perwakilan peternak unggas mandiri se-Jawa melakukan konsolidasi dengan membentuk tim kecil untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi.

Pembentukan tim kecil, tambahnya, sebagai upaya meneruskan perintah Presiden agar Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Sosial, dan Kepolisian RI menjalankan tugas masing-masing, sesuai dengan masalah yang dialami peternak unggas mandiri.

"Sesuai arahan Presiden, untuk masalah over supply dan HPP yang tinggi, kami akan ke Kementan dan Kemendag. Untuk bantuan kepada peternak mandiri, terutama di masa pandemi, kami ke Kemensos. Untuk masalah harga jagung yang melonjak tinggi, kami minta Kapolri untuk segera membentuk tim investigasi," katanya.

Baca juga: Asosiasi harap segmentasi pasar peternak rakyat-perusahaan dipisahkan

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Heri Darmawan mengatakan, konsolidasi yang dilakukan bersama seluruh peternak mandiri se-Jawa adalah untuk menyampaikan hasil pembicaraan perwakilan peternak dengan Presiden.

"Semua usulan peternak broiler tidak ada satu pun yang ditolak Presiden, ini sudah sangat bagus dan di luar dugaan kami," katanya.

Sementara itu peternak mandiri asal Sukabumi Budiyanto berharap pemerintah serius menangani persoalan yang dihadapi peternak unggas mandiri.

Menurut dia, selama tiga tahun terakhir peternak unggas mandiri terus merugi, sehingga banyak yang bangkrut dan meninggalkan utang yang besar.

"Kami hanya ingin dilindungi, minimal bisa melunasi utang. Kami sangat berharap harga jual di atas harga pokok produksi, minimal di atas acuan Permendag di Rp19.000-Rp19.500/kg," katanya.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Pardjuni mengungkapkan arahan Presiden kepada Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Menteri Sosial juga termasuk Satgas Pangan harus segera dilaksanakan.
 
Pewarta : Subagyo
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021