DKI berdayakan penghuni rusun olah hasil pertanian perkotaan

DKI berdayakan penghuni rusun olah hasil pertanian perkotaan

Anggota Karang Taruna RW10 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan memanen sayuran kangkung di lahan pertanian terbatas perkotaan atau "urban farming", Jumat (26/3/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberdayakan sejumlah perempuan penghuni rumah susun (rusun) untuk mengolah hasil pertanian perkotaan melalui program akademi urban farming.

Baca juga: Pemprov DKI kolaborasi dengan Tokopedia untuk pasarkan Produk UMKM

“Harapannya setelah mengikuti pelatihan, ibu-ibu penghuni rusun bisa mengembangkan di rumah bahkan menjadi satu peluang usaha,” kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Mujiati di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, DKI Jakarta memiliki peluang mengembangkan pertanian perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan rumah.

Beberapa hasil pertanian perkotaan yang bisa diubah menjadi produk olahan dan memiliki nilai tambah di antaranya cabai dan sayuran.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi dapat berkembang menjadi usaha mikro kecil.

Apalagi, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta memiliki wadah pengembangan wirausaha atau Jakpreneur yang menjadi sarana pemberdayaan, promosi, bimbingan teknis, edukasi dalam keuangan, perizinan hingga permodalan.

Dalam pelatihan tersebut Dinas KPKP DKI 
Jakarta menghadirkan praktisi hasil olahan pertanian, yakni Suryanti, serta Konsultan Nutrisi dan Makanan, Marina Noor Prathivi.

Pada pelatihan itu, Suryanti mengedukasi ibu-ibu penghuni rusun dalam mengolah cabai menjadi abon dengan tambahan ikan teri.

Baca juga: DKI berencana sulap taman dekat Terminal Grogol jadi kios UMKM

Sedangkan olahan keripik sayuran di antaranya menggunakan sayur bayam, kangkung dan seledri.

Sementara itu, Marina mengedukasi terkait kue dan mi yang berasal dari tepung lokal mocaf yakni tepung yang diolah dari singkong utuh dan difermentasi dengan bakteri asam laktat.

Sebelumnya, Dinas KPKP Jakarta memiliki program memberdayakan masyarakat untuk budi daya, olahan dan kegiatan terkait peternakan dan perikanan di antaranya kelas berkebun.

Warga diedukasi terkait budi daya tanaman hias, sayuran hingga buah-buahan yang diadakan sekali dalam sebulan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada peluncuran Program Designers Lab di Jakarta, Selasa (14/9) menyebutkan jumlah pelaku UMKM di Ibu Kota diperkiraan mencapai sekitra 1,1 juta pelaku usaha.

Sedangkan jumlah anggota Jakpreneur hingga akhir 2020, lanjut dia, diperkirakan mencapai sekitar 140 ribu pelaku usaha.

Baca juga: Anies genjot ekosistem UMKM agar cepat tumbuh

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021